Banyaknya pesanan terkadang membuatnya kebingungan dalam melayani pembeli, akibat kekurangan tenaga karyawan. "Karena durian kan musiman, jadi nggak semua orang mau direkrut jadi karyawan. Soalnya kalau musim durian sudah selesai, mereka akan kehilangan pekerjaan," ujarnya.
Pesanan terus bertambah, Ika hanya dibantu oleh suami, ibu, dan bibinya sendiri. Namun, orang-orang terdekatnya itu juga tak mampu ikut menjaga warung seharian saking banyaknya pembeli. Selain karena kekurangan tenaga, yang membuat pembakaran menjadi lama adalah alat pemanggang yang digunakan Ika berukuran sangat besar. Sehingga ia harus menyediakan banyak bahan bakar yang berasal dari kulit durian yang sudah kering, dan itu juga memakan banyak waktu.
Demi terus menjalankan usahanya dan tetap diminati masyarakat, Ika pun berinisiatif untuk beralih ke alat pembakaran yang lebih praktis dan bisa melayani dengan cepat. Kompor gas menjadi solusi yang tepat bagi Ika. "Sebenarnya memang aromanya agak berbeda daripada dibakar pakai kulit durian. Tapi, kalau mengandalkan itu, nggak nutut nanti. Kulitnya masih harus dijemur, itu pun terbatas. Kasihan juga sama yang beli harus antre lama," katanya.
Namun, menurut dia, sejak berjualan durian bakar, penjualan durian yang tanpa dibakar juga turut meningkat. Sebab, sembari menunggu matangnya durian di atas kompor, pembeli biasanya sambil mencicipi buah durian untuk dimakan di tempat.
Karena masih jarang ditemukan di Jember, durian bakar milik Ika diminati pembeli dari berbagai daerah. Mulai dari Banyuwangi, Bali, atau area warga Tapal Kuda yang melintasi jalanan Pakusari. "Memang di Pakusari banyak orang jualan durian. Tapi, kalau yang durian bakar cuma di sini. Jadi, orang yang lewat itu kadang mampir, karena penasaran," lanjutnya.
Selain melayani pembelian buah durian segar lengkap dengan kulit dan durian bakar, Ika juga melayani pembelian durian kemasan boks. Hal itu ia lakukan untuk memudahkan pembeli saat meminta agar duriannya dibelah sebelum dibawa pulang.
"Kalau pesan yang boks juga bisa. Kadang kan orang pengennya bawa pulang durian, tapi nggak mau bawa sama kulitnya karena berduri dan besar, jadi bisa dibungkus boks," ujarnya.
Jurnalis: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Maulana Ijal