Dengan iming-iming ini, ratusan orang terlihat antusias untuk divaksin. Terlebih untuk mendapatkan voucer tidak ada persyaratan khusus. Mereka hanya cukup mengikuti pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan salah satu perusahaan rokok di Jalan Raya Jember-Bondowoso, Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, kemarin.
Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Bondowoso Muhammad Shohib mengatakan, pihaknya sengaja menggelar vaksinasi untuk menarik minat masyarakat. Adapun bentuk voucernya, warga yang umrah dibebaskan biaya jasa travel senilai Rp 500 ribu.
Sebelum menggelar vaksinasi tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan kerja sama dengan salah satu biro perjalanan umrah. "Tapi, harus menggunakan travel yang kami ajak kerja sama. Nanti ada potongan langsung Rp 500 ribu. Bagi yang tidak berangkat umrah, tidak bisa digunakan," jelasnya.
Anggota DPRD Bondowoso ini juga menyebutkan, ada 400 orang yang mendaftar sebelum pelaksanaan. Tapi, karena tidak lolos screening, sejumlah orang tidak bisa mendapatkan vaksin. "Tetapi yang menerima vaksin sebanyak 382 orang. Karena setelah screening ada beberapa yang punya komorbid dan tak disarankan untuk menerima vaksin," bebernya.
Sementara itu, untuk ratusan vaksin yang disediakan, pihaknya menyebut ada vaksin jenis Sinovac, AstraZeneca, serta beberapa jenis vaksin lainnya, kecuali jenis vaksin Moderna. Menurutnya, mengenai peruntukan jenis vaksin tersebut, tenaga kesehatan juga melihat kondisi calon penerima. "Kan di-screening dulu," imbuhnya.
Sebelum proses vaksinasi, pihaknya juga terlebih dahulu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksin. "Sehingga warga antusias dan tak lagi takut," tandasnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri