alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Waspadai Agen Umrah Bodong, Warga Jenggawah Tertipu

Kenali Kantor Cabang dan Tarif Keberangkatannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JENGGAWAH, RADARJEMBER.ID – Nasib sial menimpa Hengki Sutandoko, 43, warga Dusun Krajan Tengah, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah. Maksud hati ingin ke Tanah Suci beserta enam anggota keluarganya, dia justru tertipu oleh seorang agen yang mengaku dari biro perjalanan umrah. Akhirnya, uang korban senilai Rp 135 juta raib digelapkan pelaku. Tidak terima, korban akhirnya melapor ke kepolisian setempat.

Diketahui, pelaku adalah Eny Puji Setyaningsih, warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Ternyata, perempuan 43 tahun itu hanya sebagai agen, bukan karyawan pada biro perjalanan umrah tersebut. Pelaku juga diketahui hanya menyetorkan uang Rp 50 juta ke biro tersebut.

Kapolsek Jenggawah AKP Makruf menjelaskan, pihaknya menerima laporan penipuan dari korban. Kini, pelaku telah ditangkap beserta barang buktinya. Ada empat lembar bukti pembayaran umrah, dua kartu identitas PT Kamilah Wisata Muslim, sebuah stempel palsu beserta bantalan, satu unit handphone merek Realme, tiga buah ATM BNI Syariah, dan dua buah buku tabungan BNI Syariah. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus penggelapan yang dilakukan pelaku. Apakah ada korban lain selain pelapor, semua masih kami dalami,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi mengatakan, kasus seperti itu sudah kerap terjadi. Biasanya, agen atau biro nakal itu modus operandinya bisa dideteksi dari operasional biro di kantor cabang beserta manajerialnya, dan nominal biaya perjalanan yang ditawarkan.

Menurut dia, jauh sebelum pandemi, telah ditetapkan batasan referensi biaya umrah paling standar Rp 20 juta. Sementara, sejak pandemi menjadi Rp 26 juta. “Jadi, hal pertama jika ada yang menawarkan di bawah nilai itu, patut dicurigai,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (3/9).

- Advertisement -

JENGGAWAH, RADARJEMBER.ID – Nasib sial menimpa Hengki Sutandoko, 43, warga Dusun Krajan Tengah, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah. Maksud hati ingin ke Tanah Suci beserta enam anggota keluarganya, dia justru tertipu oleh seorang agen yang mengaku dari biro perjalanan umrah. Akhirnya, uang korban senilai Rp 135 juta raib digelapkan pelaku. Tidak terima, korban akhirnya melapor ke kepolisian setempat.

Diketahui, pelaku adalah Eny Puji Setyaningsih, warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Ternyata, perempuan 43 tahun itu hanya sebagai agen, bukan karyawan pada biro perjalanan umrah tersebut. Pelaku juga diketahui hanya menyetorkan uang Rp 50 juta ke biro tersebut.

Kapolsek Jenggawah AKP Makruf menjelaskan, pihaknya menerima laporan penipuan dari korban. Kini, pelaku telah ditangkap beserta barang buktinya. Ada empat lembar bukti pembayaran umrah, dua kartu identitas PT Kamilah Wisata Muslim, sebuah stempel palsu beserta bantalan, satu unit handphone merek Realme, tiga buah ATM BNI Syariah, dan dua buah buku tabungan BNI Syariah. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus penggelapan yang dilakukan pelaku. Apakah ada korban lain selain pelapor, semua masih kami dalami,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi mengatakan, kasus seperti itu sudah kerap terjadi. Biasanya, agen atau biro nakal itu modus operandinya bisa dideteksi dari operasional biro di kantor cabang beserta manajerialnya, dan nominal biaya perjalanan yang ditawarkan.

Menurut dia, jauh sebelum pandemi, telah ditetapkan batasan referensi biaya umrah paling standar Rp 20 juta. Sementara, sejak pandemi menjadi Rp 26 juta. “Jadi, hal pertama jika ada yang menawarkan di bawah nilai itu, patut dicurigai,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (3/9).

JENGGAWAH, RADARJEMBER.ID – Nasib sial menimpa Hengki Sutandoko, 43, warga Dusun Krajan Tengah, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah. Maksud hati ingin ke Tanah Suci beserta enam anggota keluarganya, dia justru tertipu oleh seorang agen yang mengaku dari biro perjalanan umrah. Akhirnya, uang korban senilai Rp 135 juta raib digelapkan pelaku. Tidak terima, korban akhirnya melapor ke kepolisian setempat.

Diketahui, pelaku adalah Eny Puji Setyaningsih, warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Ternyata, perempuan 43 tahun itu hanya sebagai agen, bukan karyawan pada biro perjalanan umrah tersebut. Pelaku juga diketahui hanya menyetorkan uang Rp 50 juta ke biro tersebut.

Kapolsek Jenggawah AKP Makruf menjelaskan, pihaknya menerima laporan penipuan dari korban. Kini, pelaku telah ditangkap beserta barang buktinya. Ada empat lembar bukti pembayaran umrah, dua kartu identitas PT Kamilah Wisata Muslim, sebuah stempel palsu beserta bantalan, satu unit handphone merek Realme, tiga buah ATM BNI Syariah, dan dua buah buku tabungan BNI Syariah. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus penggelapan yang dilakukan pelaku. Apakah ada korban lain selain pelapor, semua masih kami dalami,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi mengatakan, kasus seperti itu sudah kerap terjadi. Biasanya, agen atau biro nakal itu modus operandinya bisa dideteksi dari operasional biro di kantor cabang beserta manajerialnya, dan nominal biaya perjalanan yang ditawarkan.

Menurut dia, jauh sebelum pandemi, telah ditetapkan batasan referensi biaya umrah paling standar Rp 20 juta. Sementara, sejak pandemi menjadi Rp 26 juta. “Jadi, hal pertama jika ada yang menawarkan di bawah nilai itu, patut dicurigai,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (3/9).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/