alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Lempar Puntung Rokok Bisa Didenda

Menunggu Kelanjutan Raperda Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Eksekutif dan legislatif sejatinya telah memiliki tujuan yang sama dalam mengatasi urusan sampah. Yaitu sama-sama ingin masalah sampah tertangani dengan baik dan masyarakat luas sadar, sehingga tidak membuang sampah sembarangan.

Pada 2020 lalu, DPRD Jember berinisiatif agar Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lingkungan Hidup. Di dalamnya juga akan diatur tentang sampah. Nah, pekan lalu, Pemkab Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mengusulkan Rancangan Perda tentang Pengelolaan Sampah.

Inisiatif dewan maupun usulan eksekutif terkait dua hal itu bisa saja menjadi dua raperda tentang lingkungan dan tentang sampah. Namun, tidak menutup kemungkinan menjadi satu raperda. “Usulan eksekutif itu sebenarnya tidak jauh beda dengan inisiatif dewan, tahun lalu. Tetapi, nantinya pasti akan ada bahasan lagi,” kata anggota Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) Tabroni.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, jika isi di dalam raperda inisiatif dewan dan usulan eksekutif banyak yang sama, bisa jadi digodok menjadi satu raperda. “Makanya, akan ada pembahasan nantinya,” tutur Tabroni, yang juga menjadi Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jember.

Terpisah, Kepala DLH Pemkab Jember Eko Heru Sunarso menyampaikan, eksekutif memang sudah memaparkan usulan Raperda tentang Pengelolaan Sampah. “Ini penting, mengingat Jember belum punya aturan khusus tentang sampah,” katanya.

Dalam usulan itu, Heru menggambarkan garis besar raperda yang telah dipaparkan. Seperti kewajiban membuang sampah secara benar, pemilahan sampah, sampai pada sanksinya. “Ini demi meningkatkan peran masyarakat dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya,” jelas Heru.

Dalam raperda yang diusulkan, ada tiga kategori yang diatur. Ada perorangan, ada permukiman atau perumahan, serta ada perdagangan atau perusahaan. Tujuannya agar semua elemen bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Eksekutif dan legislatif sejatinya telah memiliki tujuan yang sama dalam mengatasi urusan sampah. Yaitu sama-sama ingin masalah sampah tertangani dengan baik dan masyarakat luas sadar, sehingga tidak membuang sampah sembarangan.

Pada 2020 lalu, DPRD Jember berinisiatif agar Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lingkungan Hidup. Di dalamnya juga akan diatur tentang sampah. Nah, pekan lalu, Pemkab Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mengusulkan Rancangan Perda tentang Pengelolaan Sampah.

Inisiatif dewan maupun usulan eksekutif terkait dua hal itu bisa saja menjadi dua raperda tentang lingkungan dan tentang sampah. Namun, tidak menutup kemungkinan menjadi satu raperda. “Usulan eksekutif itu sebenarnya tidak jauh beda dengan inisiatif dewan, tahun lalu. Tetapi, nantinya pasti akan ada bahasan lagi,” kata anggota Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) Tabroni.

Menurutnya, jika isi di dalam raperda inisiatif dewan dan usulan eksekutif banyak yang sama, bisa jadi digodok menjadi satu raperda. “Makanya, akan ada pembahasan nantinya,” tutur Tabroni, yang juga menjadi Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jember.

Terpisah, Kepala DLH Pemkab Jember Eko Heru Sunarso menyampaikan, eksekutif memang sudah memaparkan usulan Raperda tentang Pengelolaan Sampah. “Ini penting, mengingat Jember belum punya aturan khusus tentang sampah,” katanya.

Dalam usulan itu, Heru menggambarkan garis besar raperda yang telah dipaparkan. Seperti kewajiban membuang sampah secara benar, pemilahan sampah, sampai pada sanksinya. “Ini demi meningkatkan peran masyarakat dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya,” jelas Heru.

Dalam raperda yang diusulkan, ada tiga kategori yang diatur. Ada perorangan, ada permukiman atau perumahan, serta ada perdagangan atau perusahaan. Tujuannya agar semua elemen bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Eksekutif dan legislatif sejatinya telah memiliki tujuan yang sama dalam mengatasi urusan sampah. Yaitu sama-sama ingin masalah sampah tertangani dengan baik dan masyarakat luas sadar, sehingga tidak membuang sampah sembarangan.

Pada 2020 lalu, DPRD Jember berinisiatif agar Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lingkungan Hidup. Di dalamnya juga akan diatur tentang sampah. Nah, pekan lalu, Pemkab Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mengusulkan Rancangan Perda tentang Pengelolaan Sampah.

Inisiatif dewan maupun usulan eksekutif terkait dua hal itu bisa saja menjadi dua raperda tentang lingkungan dan tentang sampah. Namun, tidak menutup kemungkinan menjadi satu raperda. “Usulan eksekutif itu sebenarnya tidak jauh beda dengan inisiatif dewan, tahun lalu. Tetapi, nantinya pasti akan ada bahasan lagi,” kata anggota Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) Tabroni.

Menurutnya, jika isi di dalam raperda inisiatif dewan dan usulan eksekutif banyak yang sama, bisa jadi digodok menjadi satu raperda. “Makanya, akan ada pembahasan nantinya,” tutur Tabroni, yang juga menjadi Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jember.

Terpisah, Kepala DLH Pemkab Jember Eko Heru Sunarso menyampaikan, eksekutif memang sudah memaparkan usulan Raperda tentang Pengelolaan Sampah. “Ini penting, mengingat Jember belum punya aturan khusus tentang sampah,” katanya.

Dalam usulan itu, Heru menggambarkan garis besar raperda yang telah dipaparkan. Seperti kewajiban membuang sampah secara benar, pemilahan sampah, sampai pada sanksinya. “Ini demi meningkatkan peran masyarakat dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya,” jelas Heru.

Dalam raperda yang diusulkan, ada tiga kategori yang diatur. Ada perorangan, ada permukiman atau perumahan, serta ada perdagangan atau perusahaan. Tujuannya agar semua elemen bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/