Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Serunya Main Layangan Naga Raksasa Jadi Ajang Sambung Seduluran

Maulana Ijal • Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:30 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Selain keseruan, hal yang tak kalah menarik dari main layangan ini adalah kekompakan. Merasa memiliki kesamaan hobi yang tak jarang mereka tuangkan dalam satu kegiatan bersama. Menerbangkan layang-layang dalam satu tempat dan waktu yang sama.

Ketua Pemuda Pesisir Selatan Anak Jadugan (Pempes Aja) Muhammad Nur mengatakan, sejak 2018 lalu layangan naga mulai ada dan dikenal masyarakat. Utamanya di pesisir. Saat itu, mulai ditemui beberapa kelompok masyarakat yang menerbangkan layangan naga di lokasi tersebut.
Photo
Photo


Kemudian, setahun berikutnya, juga sempat diadakan festival layangan naga di pesisir Pantai Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, dengan total mencapai 200 peserta lebih. "Dari situ ternyata ada banyak kelompok dan komunitas layangan naga ini. Dari Tanggul, Jember kota, Balung, dan kecamatan lainnya," kata Nur.

Pasca-diadakannya festival itu, lanjut dia, beberapa pekan kemudian mereka semakin sering menerbangkan layangan. Biasanya tiap akhir pekan atau hari Minggu. Lalu secara bersamaan, para pencinta layangan ini dari kelompok atau komunitas, juga sempat mengadakan arisan dan kopi darat (kopdar). Kadang menerbangkan di Pesisir Puger, Watu Ulo Ambulu, Pantai Kencong, dan beberapa tempat lainnya. "Jadi mirip acara anjangsana. Tapi, kemudian sempat terhenti karena munculnya pandemi," sambung Nur.

Selain Komunitas Pempes Aja, komunitas lain yang juga mengawal kebudayaan layangan ini adalah Komunitas Pemuda Jadugan (Kopadja). Bahkan, belakangan, sejak Jember turun ke level satu PPKM, aktivitas menerbangkan layangan semakin sering. Tiap sepekan sekali pada hari Minggu. "Sebenarnya main layangan naga ini tak hanya melestarikan budaya, namun juga mempersatukan antardaerah. Sebab, kami suka mencari teman, sambung seduluran," tambah Fahrur Rozi, Ketua Kopadja Mojosari.

Mereka menaruh harapan besar bahwa kekompakan dan seduluran itu terus terjaga. Sehingga semakin merekatkan masyarakat antarkecamatan melalui layangan. Terlebih lagi bisa membantu memutar roda perekonomian masyarakat setempat. "Rencana festival selanjutnya ada. Tapi masih kita lihat kondisi musim dan cuaca dulu," tukasnya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Hobi #Headline