alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Layang-Layang Ancam Gangguan Listrik

PLN Berharap Bisa Saling Jaga Kabel Jaringan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Beragam cara dilakukan PLN untuk menekan gangguan pada jaringan listrik. Terutama mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam bermain layang-layang. Sebab, jika layangan itu mengenai jaringan kabel, dapat mengancam keselamatan umum serta mengganggu sistem ketenagalistrikan.

Manajer PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Jember Indra Kurniawan mengatakan, layang-layang itu menjadi masalah yang cukup serius. Apalagi ketika memasuki musim kemarau, tak jarang layang-layang itu menempel pada kabel dan mengganggu jaringan listrik hingga menyebabkan pemadaman.

“Jaringan kabel untuk pendistribusian listrik yang menuju ke Bondowoso lalu ke Banyuwangi ini memiliki tegangan yang sangat besar. Sekitar 150.000 volt. Makanya, pengawasannya diperketat. Karena, kalau ada warga yang masih bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, itu sebetulnya risikonya nyawa,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, sosialisasi dan edukasi kepada warga terus dilakukan pada beberapa kantor kecamatan maupun kantor desa di Bondowoso. Namun, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mendorong pihaknya untuk tetap mengimbau dengan datang langsung secara door to door ke rumah warga.

Menurutnya, seluruh jenis layangan dapat mengganggu jaringan listrik. Terlebih lagi jika ada layangan yang menggunakan dinamo dan lampu. “Jenis sawangan itu juga berbahaya, termasuk yang menggunakan kabel gelasan itu juga bahaya. Beberapa minggu lalu petugas kami menemukan anak-anak main layangan yang ada lampu dan juga benang kawat,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Beragam cara dilakukan PLN untuk menekan gangguan pada jaringan listrik. Terutama mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam bermain layang-layang. Sebab, jika layangan itu mengenai jaringan kabel, dapat mengancam keselamatan umum serta mengganggu sistem ketenagalistrikan.

Manajer PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Jember Indra Kurniawan mengatakan, layang-layang itu menjadi masalah yang cukup serius. Apalagi ketika memasuki musim kemarau, tak jarang layang-layang itu menempel pada kabel dan mengganggu jaringan listrik hingga menyebabkan pemadaman.

“Jaringan kabel untuk pendistribusian listrik yang menuju ke Bondowoso lalu ke Banyuwangi ini memiliki tegangan yang sangat besar. Sekitar 150.000 volt. Makanya, pengawasannya diperketat. Karena, kalau ada warga yang masih bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, itu sebetulnya risikonya nyawa,” katanya.

Sebelumnya, sosialisasi dan edukasi kepada warga terus dilakukan pada beberapa kantor kecamatan maupun kantor desa di Bondowoso. Namun, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mendorong pihaknya untuk tetap mengimbau dengan datang langsung secara door to door ke rumah warga.

Menurutnya, seluruh jenis layangan dapat mengganggu jaringan listrik. Terlebih lagi jika ada layangan yang menggunakan dinamo dan lampu. “Jenis sawangan itu juga berbahaya, termasuk yang menggunakan kabel gelasan itu juga bahaya. Beberapa minggu lalu petugas kami menemukan anak-anak main layangan yang ada lampu dan juga benang kawat,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Beragam cara dilakukan PLN untuk menekan gangguan pada jaringan listrik. Terutama mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam bermain layang-layang. Sebab, jika layangan itu mengenai jaringan kabel, dapat mengancam keselamatan umum serta mengganggu sistem ketenagalistrikan.

Manajer PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Jember Indra Kurniawan mengatakan, layang-layang itu menjadi masalah yang cukup serius. Apalagi ketika memasuki musim kemarau, tak jarang layang-layang itu menempel pada kabel dan mengganggu jaringan listrik hingga menyebabkan pemadaman.

“Jaringan kabel untuk pendistribusian listrik yang menuju ke Bondowoso lalu ke Banyuwangi ini memiliki tegangan yang sangat besar. Sekitar 150.000 volt. Makanya, pengawasannya diperketat. Karena, kalau ada warga yang masih bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, itu sebetulnya risikonya nyawa,” katanya.

Sebelumnya, sosialisasi dan edukasi kepada warga terus dilakukan pada beberapa kantor kecamatan maupun kantor desa di Bondowoso. Namun, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mendorong pihaknya untuk tetap mengimbau dengan datang langsung secara door to door ke rumah warga.

Menurutnya, seluruh jenis layangan dapat mengganggu jaringan listrik. Terlebih lagi jika ada layangan yang menggunakan dinamo dan lampu. “Jenis sawangan itu juga berbahaya, termasuk yang menggunakan kabel gelasan itu juga bahaya. Beberapa minggu lalu petugas kami menemukan anak-anak main layangan yang ada lampu dan juga benang kawat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/