Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rutin Kemalingan di PAUD dan TK Maesan Selama 14 Tahun, Kok Bisa?

Safitri • Rabu, 6 Oktober 2021 | 16:21 WIB
TIDAK PERNAH AMAN: Salah seorang guru PAUD KB Al Kautsar ketika menunjukan lokasi barang-barang yang sering raib dibawa pencuri.
TIDAK PERNAH AMAN: Salah seorang guru PAUD KB Al Kautsar ketika menunjukan lokasi barang-barang yang sering raib dibawa pencuri.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sarana bermain untuk anak taman kanak-kanak menjadi hal yang penting dalam proses belajar. Tapi, tidak demikian di PAUD KB Al-Kautsar dan TK PGRI 09 Maesan, Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan. Sekolah ini selalu mengalami kendala saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Hal itu karena alat-alat yang mereka butuhkan selalu dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab.

Bagaimana tidak, alat permainan edukatif (APE) dan buku gambar yang seharusnya menjadi media belajar anak kerap hilang. Beberapa alat yang hilang dan dirusak itu mulai dari APE luar seperti ayunan, perosotan, dan tangga majemuk. Pipa besi APE luar yang sudah ditanam ke tanah itu dibongkar dan digergaji di bagian pipa besi yang menjadi penyangga.

Bukan hanya itu, APE yang berada di dalam ruangan seperti bola kecil, sandal guru, kursi belajar, jajanan ringan, hingga mi instan dan beberapa peralatan lainnya pun raib diembat maling. Mirisnya, kejadian itu sudah terjadi sejak belasan tahun berturut-turut.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sekolah yang terletak di RT 12 RW 3 itu berada satu area dengan SDN Gunungsari. Di bagian selatan berdempetan dengan sawah warga. Sementara, di sebelah utara adalah jalan dan permukiman warga dan memang kondisinya sepi. PAUD tersebut terdiri atas empat ruangan. Satu ruang kantor dan tiga ruangan untuk KB dan TK.

Pengelola KB Al-Kautsar Lulik Lutfiah mengatakan, kasus kehilangan tersebut sudah terjadi sejak awal PAUD itu didirikan atau sekitar 14 tahun lalu. "Saya mendirikan PAUD Al-Kautsar mulai 2007. Sejak itu selalu ada kehilangan. Kalau mendirikan TK baru 2015," katanya.

Menurut dia, setiap tahun di sekolahnya pasti selalu kehilangan. Beberapa kali kawat jendela belakang dan pintu kelas serta kantor dibobol. Pada tahun ini saja, dia mengaku sudah sekitar dua kali mengganti pintu, karena tripleks dan gagang pintunya dirusak. "Kalau pintu dua kali diganti setiap kelas. Kalau gembok tidak terhitung. Ini saja gagang pintunya belum diperbaiki," katanya sambil menunjuk pintu ruang kantor.

Menurut dia, APE luar memang ditaruh di luar kelas. Seperti ayunan, tangga majemuk, dan perosotan. Padahal, sarana itu sudah ditanam ke tanah, tetapi masih dicongkel. "Itu dirusak, hanya disisakan satu tiang penyangga. Saya beli lagi dan dicor, ternyata masih dirusak dan digergaji," ucapnya dengan muka tampak kesal.

Tidak hanya itu, dia juga menyebutkan bahwa buku gambar, krayon, spidol, dan obat-obatan di dalam kotak P3K pun sering hilang. Bahkan, buku administrasi dan bahan ajar juga habis diambil oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

Akibat kemalingan itu, menurut dia, kerugian yang dialami sekolah mencapai puluhan juta rupiah. "Wong ayunan saja harganya sekitar Rp 2,5 juta," terangnya.

Akhirnya, dia memasukkan APE luar ke dalam kelas. Sementara APE dalamnya dia bawa pulang, karena jarak rumahnya lumayan jauh. "Jadi, kalau mau sekolah, baru saya bawa APE dalamnya. Hanya sedikit yang kami tinggal di sekolah," jelasnya.

Pihaknya sempat mengadukan kejadian itu ke Polsek Maesan pada 2019 lalu. Sebab, alat jualan milik wali murid seperti kompor dan minyak juga hilang. "Polsek sempat ke sini dengan mobil patrolinya. Tetapi, saksi mata yang sempat melihat malingnya tidak mau ketika diajak melapor," jelasnya.

Padahal, kata dia, di sekolah SD yang satu area dengan PAUD tersebut ada tukang kebunnya. Tetapi, guru-guru juga mengeluhkan kalau sering terjadi kehilangan. "Jadi, tidak hanya PAUD kami yang kemalingan," pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri
#Maling #Pendidikan #Bondowoso