alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Selain Edukasi Sejarah, Museum KAI Bondowoso Akan Promosikan UMKM Lokal

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Langkah pemenuhan fasilitas pelaku UMKM Bondowoso terus dilakukan pemkab setempat. Salah satunya dengan menggandeng PT KAI Daop 9 Jember. Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Bondowoso Sigit Purnomo mengatakan, pihaknya bertindak sebagai perantara antara para pelaku UMKM Bondowoso dengan BUMN, lebih tepatnya PT KAI, untuk berkomunikasi terkait pemanfaatan ruang yang ada.

Rencananya, pihak UMKM Bondowoso akan mencari lokasi untuk menggelar lapak mereka dengan memanfaatkan beberapa lahan yang dimiliki PT KAI. “Kami sebagai perantara saja antara UMKM dengan pihak BUMN,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk rencana awal sebatas permohonan fasilitas di sekitar lokasi Museum Kereta Api Bondowoso. Sebab, lokasi tersebut dinilainya cukup strategis untuk ditempati. “Untuk awal, kami tinjau sekitar lokasi museum, karena di sana paling strategis,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, pihaknya selalu terbuka terhadap segala bentuk kerja sama dan pemanfaatan ruang kosong yang tak terpakai dalam operasional perkeretaapian. “Kebetulan Pemkab Bondowoso ada rencana itu untuk area komersial bagi pelaku UMKM,” tuturnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Pihaknya akan mengakomodasi UMKM dan membangun lokasi wisata kuliner di ruang miliknya. Terlebih, di sekitar stasiun kota yang saat ini sudah menjadi Museum Kereta Api. “Kami sangat mendukung, terlebih di museum. Harapannya, makin meningkatkan wisata edukasi ini,” sambungnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Langkah pemenuhan fasilitas pelaku UMKM Bondowoso terus dilakukan pemkab setempat. Salah satunya dengan menggandeng PT KAI Daop 9 Jember. Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Bondowoso Sigit Purnomo mengatakan, pihaknya bertindak sebagai perantara antara para pelaku UMKM Bondowoso dengan BUMN, lebih tepatnya PT KAI, untuk berkomunikasi terkait pemanfaatan ruang yang ada.

Rencananya, pihak UMKM Bondowoso akan mencari lokasi untuk menggelar lapak mereka dengan memanfaatkan beberapa lahan yang dimiliki PT KAI. “Kami sebagai perantara saja antara UMKM dengan pihak BUMN,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk rencana awal sebatas permohonan fasilitas di sekitar lokasi Museum Kereta Api Bondowoso. Sebab, lokasi tersebut dinilainya cukup strategis untuk ditempati. “Untuk awal, kami tinjau sekitar lokasi museum, karena di sana paling strategis,” terangnya.

Sementara itu, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, pihaknya selalu terbuka terhadap segala bentuk kerja sama dan pemanfaatan ruang kosong yang tak terpakai dalam operasional perkeretaapian. “Kebetulan Pemkab Bondowoso ada rencana itu untuk area komersial bagi pelaku UMKM,” tuturnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Pihaknya akan mengakomodasi UMKM dan membangun lokasi wisata kuliner di ruang miliknya. Terlebih, di sekitar stasiun kota yang saat ini sudah menjadi Museum Kereta Api. “Kami sangat mendukung, terlebih di museum. Harapannya, makin meningkatkan wisata edukasi ini,” sambungnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Langkah pemenuhan fasilitas pelaku UMKM Bondowoso terus dilakukan pemkab setempat. Salah satunya dengan menggandeng PT KAI Daop 9 Jember. Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Bondowoso Sigit Purnomo mengatakan, pihaknya bertindak sebagai perantara antara para pelaku UMKM Bondowoso dengan BUMN, lebih tepatnya PT KAI, untuk berkomunikasi terkait pemanfaatan ruang yang ada.

Rencananya, pihak UMKM Bondowoso akan mencari lokasi untuk menggelar lapak mereka dengan memanfaatkan beberapa lahan yang dimiliki PT KAI. “Kami sebagai perantara saja antara UMKM dengan pihak BUMN,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk rencana awal sebatas permohonan fasilitas di sekitar lokasi Museum Kereta Api Bondowoso. Sebab, lokasi tersebut dinilainya cukup strategis untuk ditempati. “Untuk awal, kami tinjau sekitar lokasi museum, karena di sana paling strategis,” terangnya.

Sementara itu, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, pihaknya selalu terbuka terhadap segala bentuk kerja sama dan pemanfaatan ruang kosong yang tak terpakai dalam operasional perkeretaapian. “Kebetulan Pemkab Bondowoso ada rencana itu untuk area komersial bagi pelaku UMKM,” tuturnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Pihaknya akan mengakomodasi UMKM dan membangun lokasi wisata kuliner di ruang miliknya. Terlebih, di sekitar stasiun kota yang saat ini sudah menjadi Museum Kereta Api. “Kami sangat mendukung, terlebih di museum. Harapannya, makin meningkatkan wisata edukasi ini,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/