alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Harga Tiket Kelas Ekonomi Pesawat Garuda

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Garuda Indonesia tidak akan menaikkan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik kendati Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan.

BACA JUGA : Berikan Dukungan Morel, Keluarga Dapat Bertemu Tatap Muka dengan Napi

Surat itu mengatur maskapai penerbangan dapat menaikan harga tiket maksimal 15 persen dikarenakan kenaikan harga bahan bakar. Namun pihak Garuda masih belum berkeinginan untuk menaikkan harga tiket, sehingga tetap memberlakukan harga tiket lama untuk kelas ekonomi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Irfan Setiaputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kepada wartawan di Jakarta, mengatakan telah mengulas dan mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga tiket pesawat melihat tren harga avtur kini mulai menurun.

“Sekarang kami lagi review, kan ada penurunan harga avtur. Kan tidak adil dong harga avtur menurun, Garuda naikkan karena ada aturan Menteri Perhubungan,” kata Irfan. Ia menegaskan, Garuda Indonesia berpihak kepada penumpang untuk tidak menaikkan harga tiket.

Dia menjelaskan bahwa harga tiket Garuda Indonesia sudah lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain, sehingga tidak efektif apabila menaikkan lagi harga tiket. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022.

Keputusan itu tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam surat keputusan tersebut, maskapai bisa menaikkan biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 15 persen dari tarif batas atas, dan 25 persen untuk pesawat udara jenis propeller.

Sebelumnya, biaya tambahan pesawat tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan sebelumnya, biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 10 persen dari tarif batas atas, dan untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20 persen dari tarif batas atas. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Hanung Hambara/Jawa Pos

Sumber Berita:jawapos.com

 

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Garuda Indonesia tidak akan menaikkan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik kendati Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan.

BACA JUGA : Berikan Dukungan Morel, Keluarga Dapat Bertemu Tatap Muka dengan Napi

Surat itu mengatur maskapai penerbangan dapat menaikan harga tiket maksimal 15 persen dikarenakan kenaikan harga bahan bakar. Namun pihak Garuda masih belum berkeinginan untuk menaikkan harga tiket, sehingga tetap memberlakukan harga tiket lama untuk kelas ekonomi.

Irfan Setiaputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kepada wartawan di Jakarta, mengatakan telah mengulas dan mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga tiket pesawat melihat tren harga avtur kini mulai menurun.

“Sekarang kami lagi review, kan ada penurunan harga avtur. Kan tidak adil dong harga avtur menurun, Garuda naikkan karena ada aturan Menteri Perhubungan,” kata Irfan. Ia menegaskan, Garuda Indonesia berpihak kepada penumpang untuk tidak menaikkan harga tiket.

Dia menjelaskan bahwa harga tiket Garuda Indonesia sudah lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain, sehingga tidak efektif apabila menaikkan lagi harga tiket. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022.

Keputusan itu tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam surat keputusan tersebut, maskapai bisa menaikkan biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 15 persen dari tarif batas atas, dan 25 persen untuk pesawat udara jenis propeller.

Sebelumnya, biaya tambahan pesawat tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan sebelumnya, biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 10 persen dari tarif batas atas, dan untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20 persen dari tarif batas atas. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Hanung Hambara/Jawa Pos

Sumber Berita:jawapos.com

 

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Garuda Indonesia tidak akan menaikkan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik kendati Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan.

BACA JUGA : Berikan Dukungan Morel, Keluarga Dapat Bertemu Tatap Muka dengan Napi

Surat itu mengatur maskapai penerbangan dapat menaikan harga tiket maksimal 15 persen dikarenakan kenaikan harga bahan bakar. Namun pihak Garuda masih belum berkeinginan untuk menaikkan harga tiket, sehingga tetap memberlakukan harga tiket lama untuk kelas ekonomi.

Irfan Setiaputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kepada wartawan di Jakarta, mengatakan telah mengulas dan mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga tiket pesawat melihat tren harga avtur kini mulai menurun.

“Sekarang kami lagi review, kan ada penurunan harga avtur. Kan tidak adil dong harga avtur menurun, Garuda naikkan karena ada aturan Menteri Perhubungan,” kata Irfan. Ia menegaskan, Garuda Indonesia berpihak kepada penumpang untuk tidak menaikkan harga tiket.

Dia menjelaskan bahwa harga tiket Garuda Indonesia sudah lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain, sehingga tidak efektif apabila menaikkan lagi harga tiket. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022.

Keputusan itu tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam surat keputusan tersebut, maskapai bisa menaikkan biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 15 persen dari tarif batas atas, dan 25 persen untuk pesawat udara jenis propeller.

Sebelumnya, biaya tambahan pesawat tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan sebelumnya, biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 10 persen dari tarif batas atas, dan untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20 persen dari tarif batas atas. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Hanung Hambara/Jawa Pos

Sumber Berita:jawapos.com

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/