alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Berikan Dukungan Morel, Keluarga Dapat Bertemu Tatap Muka dengan Napi

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Wajahnya berbinar. Matanya menyorot tajam pada perempuan yang tengah menggendong balita. Setelah namanya dipanggil petugas, lelaki mengenakan rompi merah itu segera mendatangi perempuan yang duduk di ruang besuk tersebut.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Tangan perempuan itu dicium berkali-kali. Balita yang tengah digendong itu diraih. Dipeluk, lalu dicium. Dua kali dalam sepekan, pemandangan serupa terlihat di ruang besuk tatap muka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang. Sebab, sejak sebulan lalu Lapas Lumajang memberikan kelonggaran bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengunjungi mereka secara langsung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski pertemuan itu singkat, hanya sekitar 15 menit, mereka senang. Rasa rindu terobati walaupun sebentar. Namun, tatap muka itu tidak bisa setiap saat dilakukan. Sebab, aturannya, setiap keluarga hanya boleh mengunjungi WBP secara tatap muka satu kali dalam sepekan. Hari Selasa atau Kamis.

Anik, perempuan yang dicium tangannya itu, merupakan salah satu keluarga inti WBP. Perempuan asal Sumberjo itu bersyukur bisa melihat secara langsung WBP. Menurutnya, kunjungan tatap muka memberikan dampak besar. “Paling tidak mengobati mereka secara mental,” ungkapnya.

Selain itu, WBP juga mendapatkan dukungan morel. Sebab, pertemuan dengan keluarga memberikan semangat bagi WBP. Khususnya dukungan dari orang tua. Dia berharap, aturan jenguk tatap muka dapat dikaji ulang. Sebab, cukup banyak keluarga WBP tidak bisa tatap muka, sehingga pilihannya melalui daring.

Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas II B Lumajang Pramita Ananta menjelaskan, sejak diperbolehkannya pertemuan tatap muka, jumlah pengunjung meningkat. Dalam setiap pertemuan sedikitnya 30 keluarga bertemu WBP. Tentu ini hal yang positif, sehingga WBP semakin bertambah semangat menjalani aktivitas di balik jeruji besi.

Ananta menerangkan, setiap keluarga maupun WBP tidak bisa langsung bertatap muka. Sebab, syaratnya harus sudah menjalani vaksinasi booster. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar keluarga WBP sudah vaksin dosis ketiga.

“Kami terus gencarkan vaksinasi bagi WBP. Khususnya booster, agar mereka bisa bertemu keluarganya. Jika tidak booster, maka hanya diperkenankan pertemuan daring melalui video call saja,” jelasnya. (kin/c2/fid)

 

- Advertisement -

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Wajahnya berbinar. Matanya menyorot tajam pada perempuan yang tengah menggendong balita. Setelah namanya dipanggil petugas, lelaki mengenakan rompi merah itu segera mendatangi perempuan yang duduk di ruang besuk tersebut.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Tangan perempuan itu dicium berkali-kali. Balita yang tengah digendong itu diraih. Dipeluk, lalu dicium. Dua kali dalam sepekan, pemandangan serupa terlihat di ruang besuk tatap muka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang. Sebab, sejak sebulan lalu Lapas Lumajang memberikan kelonggaran bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengunjungi mereka secara langsung.

Meski pertemuan itu singkat, hanya sekitar 15 menit, mereka senang. Rasa rindu terobati walaupun sebentar. Namun, tatap muka itu tidak bisa setiap saat dilakukan. Sebab, aturannya, setiap keluarga hanya boleh mengunjungi WBP secara tatap muka satu kali dalam sepekan. Hari Selasa atau Kamis.

Anik, perempuan yang dicium tangannya itu, merupakan salah satu keluarga inti WBP. Perempuan asal Sumberjo itu bersyukur bisa melihat secara langsung WBP. Menurutnya, kunjungan tatap muka memberikan dampak besar. “Paling tidak mengobati mereka secara mental,” ungkapnya.

Selain itu, WBP juga mendapatkan dukungan morel. Sebab, pertemuan dengan keluarga memberikan semangat bagi WBP. Khususnya dukungan dari orang tua. Dia berharap, aturan jenguk tatap muka dapat dikaji ulang. Sebab, cukup banyak keluarga WBP tidak bisa tatap muka, sehingga pilihannya melalui daring.

Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas II B Lumajang Pramita Ananta menjelaskan, sejak diperbolehkannya pertemuan tatap muka, jumlah pengunjung meningkat. Dalam setiap pertemuan sedikitnya 30 keluarga bertemu WBP. Tentu ini hal yang positif, sehingga WBP semakin bertambah semangat menjalani aktivitas di balik jeruji besi.

Ananta menerangkan, setiap keluarga maupun WBP tidak bisa langsung bertatap muka. Sebab, syaratnya harus sudah menjalani vaksinasi booster. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar keluarga WBP sudah vaksin dosis ketiga.

“Kami terus gencarkan vaksinasi bagi WBP. Khususnya booster, agar mereka bisa bertemu keluarganya. Jika tidak booster, maka hanya diperkenankan pertemuan daring melalui video call saja,” jelasnya. (kin/c2/fid)

 

JOGOTRUNAN, Radar Semeru – Wajahnya berbinar. Matanya menyorot tajam pada perempuan yang tengah menggendong balita. Setelah namanya dipanggil petugas, lelaki mengenakan rompi merah itu segera mendatangi perempuan yang duduk di ruang besuk tersebut.

BACA JUGA : Pelecehan Terhadap istri Sambo Tak Terbukti, Skenario Terbaru di Magelang

Tangan perempuan itu dicium berkali-kali. Balita yang tengah digendong itu diraih. Dipeluk, lalu dicium. Dua kali dalam sepekan, pemandangan serupa terlihat di ruang besuk tatap muka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang. Sebab, sejak sebulan lalu Lapas Lumajang memberikan kelonggaran bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengunjungi mereka secara langsung.

Meski pertemuan itu singkat, hanya sekitar 15 menit, mereka senang. Rasa rindu terobati walaupun sebentar. Namun, tatap muka itu tidak bisa setiap saat dilakukan. Sebab, aturannya, setiap keluarga hanya boleh mengunjungi WBP secara tatap muka satu kali dalam sepekan. Hari Selasa atau Kamis.

Anik, perempuan yang dicium tangannya itu, merupakan salah satu keluarga inti WBP. Perempuan asal Sumberjo itu bersyukur bisa melihat secara langsung WBP. Menurutnya, kunjungan tatap muka memberikan dampak besar. “Paling tidak mengobati mereka secara mental,” ungkapnya.

Selain itu, WBP juga mendapatkan dukungan morel. Sebab, pertemuan dengan keluarga memberikan semangat bagi WBP. Khususnya dukungan dari orang tua. Dia berharap, aturan jenguk tatap muka dapat dikaji ulang. Sebab, cukup banyak keluarga WBP tidak bisa tatap muka, sehingga pilihannya melalui daring.

Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas II B Lumajang Pramita Ananta menjelaskan, sejak diperbolehkannya pertemuan tatap muka, jumlah pengunjung meningkat. Dalam setiap pertemuan sedikitnya 30 keluarga bertemu WBP. Tentu ini hal yang positif, sehingga WBP semakin bertambah semangat menjalani aktivitas di balik jeruji besi.

Ananta menerangkan, setiap keluarga maupun WBP tidak bisa langsung bertatap muka. Sebab, syaratnya harus sudah menjalani vaksinasi booster. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar keluarga WBP sudah vaksin dosis ketiga.

“Kami terus gencarkan vaksinasi bagi WBP. Khususnya booster, agar mereka bisa bertemu keluarganya. Jika tidak booster, maka hanya diperkenankan pertemuan daring melalui video call saja,” jelasnya. (kin/c2/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/