RADAR JEMBER - Presiden Prabowo Subianto, sang jenderal yang biasanya sibuk ngomongin pertahanan negara, tiba-tiba malam-malam kasih tugas super rahasia ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, buru minyak mentah dari hampir semua negara di muka bumi ini. Bukan main, ini bukan sekadar "cari di minimarket sebelah", tapi "dari hampir semua negara" karena Selat Hormuz lagi pada ngambek parah gara-gara perang di Timur Tengah.
Nuan bayangkan! Dua kapal tanker raksasa kita, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih nongkrong manis di Teluk Arab, nunggu izin lewat Selat Hormuz yang katanya belum dibuka buat Indonesia. Sementara itu, Malaysia? Wah, PM Anwar Ibrahim tinggal telepon-telepon Presiden Iran, Mesir, sama Turki, langsung kapalnya boleh melenggang bebas kayak lagi jalan-jalan di Pantai Ancol. Indonesia? Masih nunggu antrean panjang sambil bilang "tolong dong, Bang Iran, kita kan juga suka bela Palestina". Tapi ya sudahlah, dari pada nunggu kapal kita dijemur di teluk, mending Bahlil disuruh keliling dunia cari crude oil kayak salesman minyak goreng keliling RT.
Baca Juga: Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf
Puncak kehebatannya? Saat sidak di SPBU Colomadu pada Kamis 26 Maret 2026, Bahlil nggak cuma bilang "Presiden semalam perintahkan saya cari pasokan dari hampir semua negara", tapi langsung kasih solusi jenius tingkat dewa buat rakyat. "Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros!" Artinya, matikan kompor segera setelah makanan matang. Boom! Krisis energi Timur Tengah yang bikin kapal tanker kita tertahan, perang yang bikin harga minyak dunia goyang, ancaman kekurangan pasokan yang bikin pemerintah panik... solusinya? "Jangan lupa matiin kompor, bro!"
Di tengah Selat Hormuz yang lagi panas-panasnya, kapal Pertamina Pride lagi bengong nunggu izin Iran, Bahlil di depan mikrofon dengan muka serius, "Saya memohon, ayo kita pakai energi dengan bijak. Yang tidak perlu, jangan." Maksudnya, jangan sampai mie instan ente mendidih terlalu lama sampe airnya habis sia-sia. Ini baru namanya strategi nasional kelas dunia! Sementara negara lain nego dengan presiden Iran, kita nego sama ibu-ibu di dapur. "Bu, nasi gorengnya udah mateng, kompornya dimatiin ya, biar Selat Hormuz lega."
Hebatnya lagi, Bahlil bilang ini semua buat antisipasi dampak perang. Kalau besok bensin naik, LPG langka, listrik kedip-kedip, jangan marah-marah ke pemerintah. Salahkan diri sendiri yang kemarin masak rendang sampe kompor nyala dua jam lebih karena nonton Beckham Putra. Solusi super canggih dari tim Prabowo-Bahlil, diversifikasi pasokan minyak dari "hampir semua negara" + operasi matiin kompor nasional.
Baca Juga: Membaca Pembangunan dengan Data, Bukan Sekedar Metafora
Sungguh, ini level kepemimpinan yang bikin dunia iri. Sementara pemimpin negara lain sibuk kirim jet tempur atau nego damai, kita punya menteri yang bisa bikin krisis geopolitik global jadi soal "jangan boros kompor". Kalau Iran denger imbauan ini, mungkin besok langsung buka Selat Hormuz sambil ketawa, "Ini orang Indonesia lucu banget, kita tutup selat, mereka suruh rakyatnya matiin kompor."
Terima kasih Bahlil, terima kasih Prabowo. Berkat kalian, sekarang setiap kali saya matiin kompor setelah telur ceplok mateng, saya merasa sudah ikut menyelamatkan bangsa dari krisis energi Timur Tengah. Indonesia maju, kompor hemat, kapal tanker... ya sudahlah, yang penting mie gorengnya nggak gosong.
Kalau perut panjenengan udah sakit, besok matiin kompornya ya, biar Bahlil bangga.
Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar