RADAR JEMBER - Insiden kecelakaan maut yang melibatkan kereta api di wilayah Bekasi kini tengah memasuki babak baru yang krusial.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI secara tegas menyatakan komitmennya untuk bersikap terbuka dan transparan dalam mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tragis tersebut.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memastikan pihaknya telah memenuhi panggilan pemeriksaan dan berkomitmen memberikan data yang dibutuhkan penyidik.
"Kami mendukung upaya hukum, kami juga mendukung sekali upaya KNKT untuk mengungkap sebab-musabab dari kejadian ini," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, KAI akan bersikap kooperatif sepanjang proses penyelidikan berlangsung, termasuk berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi dalam mengurai faktor teknis maupun non-teknis penyebab kecelakaan.
Sementara itu, jajaran kepolisian dari Polres Metro Bekasi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam.
Penyelidikan difokuskan pada pengumpulan bukti-bukti di lapangan serta pemeriksaan saksi-satu demi satu untuk menyusun kronologi yang akurat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut penyidik telah memanggil sejumlah unsur, mulai dari pengemudi taksi, penjaga palang pintu, hingga petugas operasional KAI.
"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang, yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," kata Budi.
Editor : M. Ainul Budi