Warga yang panik itu datang ke balai desa dengan kondisi seadanya, Ada yang masih sarungan, ada pula yang hanya menggunakan celana pendek. Mereka datang dengan menggunakan motor mayoritas berboncengan. Beberapa terlihat menaiki mobil. “Tidak ada yang dibawa yang saya bersama istri dan dua anak lari keluar dari rumah mengungsi begitu mendengar suara gemuruh,” kata Pairin, 41 warga Dusun Wonosari, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Kata Pairin, kepanikan warga makin menjadi-jadi setelah ada pengumuman lewat pengeras suara. Warga diminta segera mengungsi dan mencari tempat aman. "Memang suara gemuruh cukup keras, warga yang mendengar langsung keluar dan mengamankan diri,’’ katanya.
Warga langsung berhamburan dengan kondisi seadanya, Yang punya motor langsung pergi meninggallkan rumah. Sedang yang punya mobil terlihat sibuk mengisi mobilnya dengan perbekalan sedanya lalu pergi. Sedang yang tidak memiliki kendaraan terlihat panik mencari tumpangan. " Saya langsung keluar dengan menggunakan motor yang saya punya," kata Pairin.
Cik Ono SH Kepala Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang mengatakan, Gunung Semeru memang kembali bergemuruh pagi menjelang subuh tadi. Warga sebenarnya terbiasa dengan suara gemuruh itu. Namun, suara gemuruh pagi kitu cukup keras. Apalagi, kondisi Gunung Semeru baru saja erupsi. Kondisi ini membuat warga panik dan cepat-cepat mengungsi. “Saya langsung mengecek warga di lokasi pengungsian,” kata Cik Ono,
Reporter : Jumai
Fotografer : Jumai
Editor : MS Rasyid Editor : Safitri