radarjember.id-Kemoterapi atau kemo adalah perawat kanker dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tumbuh cepat dalam tubuh penderitanya. Ada beberapa jenis obat yg digunakan, seperti suntik, infus dan lainnya, namun memiliki fungsi yang sama.
Kemoterapi juga digunakan untuk penyakit sumsum tulang dan menyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis. Biasanya, prosedur ini dilakukan sebelum pasien menerima pengobatan lainnya, seperti terapi radiasi ataupun operasi.
Terkadang kemoterapi dilakukan sebagai satu-satunya cara pengobatan kanker. Akan tetapi, sering dilakukan bersamaan dengan prosedur pengobatan lainnnya.
Terdapat beberapa jenis kemoterapi, oleh sebab itu, jenis pengobatan kemoterapi yang diberikan nantinya bergantung pada jenis kanker, lokasi kanker, stadium kanker, penyebaran sel kanker, dan kondisi kesehatan pasien.
Salah satu jenis kemoterapi seperti, prosedur kemoterapi Topikal untuk penderita jenis kanker kulit tertentu. Bisa juga dengan kemoterapi jenis Oral yang dilakukan dengan mengonsumsi obat atau berbentuk cairan atau dengan metode kemoterapi yang lain.
Baca Juga: Berikut Mitos dan Fakta Kanker Payudara, di Jember Ada Ratusan Pasien
Kemoterapi digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang ada ditubuh. Tak hanya itu, kemoterapi juga dapat memperkecil ukuran tumor ganas dan meringankan rasa sakit, mencegah penyebaran , memperlambat pertumbuhan hingga mencegah kekampuhan kanker.
Meskipun dapat menghancurkan sel kanker, kemoterapi juga bisa menghancurkan sel-sel sehat yang berada di sekitarnya. Hal ini yang nantinya dapat menimbulkan efek samping. Namun, akan menghilang seiring proses kemoterapi dihentikan.
Efek samping melakukan kemoterapi berbeda-beda pada setiap orang. Pada kondisi efek samping yang ringan, pasien terkadang mengalami muntah-muntah, sariawan, kelelahan hingga kerontokan rambut. Namun, ada pula yang harus memerlukan penanganan dokter lebih lanjut. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis