Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Muhammad Soleh Awalnya Pelaut, Kini Fokus Membantu Orang Sakit

Safitri • Senin, 14 November 2022 | 18:10 WIB
MENDAMPINGI: Muhammad Soleh mendampingi pasien yang baru selesai menjalani operasi di RS Balung.
MENDAMPINGI: Muhammad Soleh mendampingi pasien yang baru selesai menjalani operasi di RS Balung.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Pada salah satu ruang rawat inap yang ada di RSD Balung, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, terdapat seorang pria yang mengabdikan hidupnya untuk mendampingi orang sakit. Terutama bagi mereka yang kesulitan dalam pengurusan administrasi. Pria yang murah senyum itu terlihat sedang bercengkerama dengan anak muda yang terbujur lemas setelah berhasil melewati tindakan operasi. Pria itu bernama Muhammad Soleh.

BACA JUGA : Dukung WSBK Mandalika 2022, Dorong Branding Bank Global

Ketika melihat kedatangan Jawa Pos Radar Jember, Soleh langsung menghampiri dan mengenalkan satu per satu keluarga dari anak muda yang sedang didampinginya. Karena kedekatan dengan keluarga yang didampingi, seakan mereka merupakan bagian dari keluarganya. Begitu juga dengan pihak keluarga si anak muda, Soleh dianggap memiliki jalinan. Tidak hanya orang yang sebatas membantu mereka. “Ini kebetulan dia tinggal dengan kakek dan neneknya saja. Jadi, meminta bantuan ke saya untuk mengurus administrasi untuk operasi,” jelasnya.

Soleh sebelumnya merupakan seorang nelayan di Pantai Puger. Dirinya menghabiskan waktu hampir seharian penuh di laut. Terlebih ketika musim panen ikan tiba. Namun, dia ingat betul, bisa terjun ke dunia pendampingan orang sakit berawal dari kondisi leukemia yang dideritanya pada tahun 2003 silam. Kondisi sakit yang parah itu memaksanya tidak dapat beraktivitas. Bahkan untuk bergerak maupun berjalan saja ia sangatlah kesulitan dan perlu bantuan istrinya, Eni Sulistyorini. “Kondisi sakit itu selama satu tahun. Tidak bisa apa-apa. Tapi, ada saja yang membantu dan datang ke rumah. Sejak saat itu saya berjanji, ketika sembuh ingin membantu orang sakit,” tuturnya seraya mengusap air mata kesedihan.

Diawali dengan membantu salah satu kerabatnya untuk mengantarkan dan mengurus berbagai macam administrasi di rumah sakit. Setelahnya, banyak orang berdatangan ke rumahnya untuk meminta bantuannya.

Dengan kondisinya yang masih bekerja sebagai nelayan, dia mengaku tidak bisa tenang setiap kali ada orang meminta bantuannya, namun sedang ada di laut. Oleh karena itu, sejak hampir tiga tahun yang lalu dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai nelayan. Dia melakukan pendampingan penuh kepada mereka yang membutuhkan bantuan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dia menggantungkan pada hasil sukarela membantu orang lain. “Dari awal saya membantu tidak pernah dipatok tarif, karena murni membantu. Tapi, terkadang mereka memberi uang bensin secara sukarela,” imbuhnya.

Bantuan pendampingan yang dilakukan oleh Soleh kepada orang sakit maupun keluarganya ia lakukan mulai dari kepengurusan surat keterangan miskin (SKM) dari desa hingga kecamatan. Dengan hal itu, orang sakit tersebut dapat berobat dengan tenang dan gratis. Soleh pun tidak sebatas mengurus administrasi. Dia juga turut menjaga, mendampingi ketika dirawat, hingga orang sakit tersebut keluar dari rumah sakit.

Menurutnya, dengan membantu mereka yang tidak memahami alur kepengurusan administrasi, baik sebelum dirawat hingga setelah selesai dirawat, ada kebahagiaan tersendiri yang tidak mampu digambarkannya. Apalagi dukungan dari istrinya turut memotivasinya untuk meneruskan pendampingannya itu. Dia mengaku sangat bahagia ketika orang yang didampinginya kembali sehat. Selain itu, setiap kali mendampingi, dia mendapatkan teman dan keluarga baru.

Nama Soleh di desanya sudah sangatlah familier. Hingga lebih dari ratusan orang yang dia damping. Tak hanya warga sekitar rumahnya tinggal di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, yang meminta untuk didampingi. Melainkan hingga warga Kecamatan Patrang yang menghubunginya untuk meminta bantuan. “Selama seminggu dan 24 jam waktu saya bersedia untuk membantu. Dulu saya dibantu orang, sekarang hingga meninggal saya ingin mengabdikan diri untuk membantu orang-orang yang perlu bantuan saya,” pungkasnya. (c2/nur)

  Editor : Safitri
#Jember #relawan