Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beasiswa LPPD 2026

I
Prof ABDUL HALIM SOEBAHAR
Prof ABDUL HALIM SOEBAHAR

Advertisement

Oleh Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA.

SEJAK 2019 sampai 2026, Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur telah menjalin kemitraan dengan 150 perguruan tinggi sebagai penyelenggara beasiswa Program Sarjana (S-1/M-1), Program Magister (S-2/M-2) dan Program Doktor (S-3/M-3) dalam dan luar negeri.

Ke-150 perguruan tinggi tersebut terdiri atas 7 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 114 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta ( PTKIS), 24 Ma’had Aly, dan 1 Univeritas Al-Azhar Kairo Mesir.

Advertisement

Kemanfaatan dari program ini telah dirasakan oleh 7.976 penerima manfaat. Program sarjana sangat dirasakan manfaatnya oleh guru-diniyah dan hafiz/hafizah.

Program magister sangat dirasakan manfaatnya oleh guru diniyah dan hafiz/hafizah yang ingin meningkatkan kompetensinya sampai magister, dan program doktor sangat dirasakan manfaatnya oleh pada dosen, baik dosen Ma’had Aly atau dosen PTKI berbasis pesantren.

Khusus beasiswa 2026, LPPD menjalin kemitraan dengan 64 perguruan tinggi dengan 1.100 mahasiswa penerima manfaat, dengan sebaran kuota sebagai berikut: S-2 Universitas Al-Azhar Mesir (30 mahasiswa), M-1 Ma’had Aly (3 x 20 mahasantri), M-2 Ma’had Aly (3 x 15 mahasantri), S-1 PTKIS ( 27 x 20 mahasiswa), S-2 PTKIS (19 x 15 mahasiswa), S-3 (5 x 10 mahasiswa/2 x 15 mahasiswa), S-1 STEM )4 x 10 mahasiswa), dan S-2 STEM (4 x 5mahasiswa).

Advertisement

Ada kekhususan seleksi beasiswa antara LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan tata Kelola dan seleksi beasiswa dari sumber lain.

Sistem seleksi beasiswa LPPD Provinsi Jawa Timur, yakni : (1) beasiswa diperoleh secara kompetitif untuk generasi muda yang ber-KTP Jawa Timur, (2) perguruan tinggi mitra penyelenggara beasiswa Adalah perguruan tinggi di Jawa Timur dan  terakreditasi.

Khusus Universitas Al-Azhar dipilih sebagai satu-satunya perguruan tinggi keislaman kelas dunia dan telah terbukti melahirkan banyak ulama yang bereputasi, termasuk di Indonesia, dan (3) beasiswa diberikan sekaligus di awal sesuai dengan jenjang pendidikannya, yakni: 4 tahun untuk S-1, 2 tahun untuk S-2, dan 3 tahun untuk S-3.

Khusus S-2 Al-Azhar Mesir, S-2 diberikan 4 tahun, karena S-2 di Al-Azhar paling cepat bisa menyelesaikan studi 4 tahun.

Advertisement
Editor : Imron Hidayatullahh

Artikel Terkait

Refleksi Misi Utama Pendidikan Agama

Refleksi Misi Utama Pendidikan Agama

Refleksi Misi Utama Pendidikan Agama Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA.* SEJAK Indonesia merdeka, delapan puluh satu tahun yang lalu, pendidikan agama termasuk salah satu topik yang sering memicu perdebatan.

Sanad Keilmuan Pengasuh Pesantren: Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan

Sanad Keilmuan Pengasuh Pesantren: Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan

Artikel opini ini mengulas rihlah ilmiah, sanad keilmuan, dan etos spiritual Syaichona Muhammad Cholil Bangkalan dalam melahirkan kiai-kiai besar pendiri pesantren Nusantara.

Periset Pesantrren (5): Implikasi terhadap Riset Pesantren Masa Depan

Periset Pesantrren (5): Implikasi terhadap Riset Pesantren Masa Depan

Bukan Lagi Sekadar Profiling, Guru Besar UIN KHAS Jember Bongkar Skenario Radikal Fokus Riset Santri Era Reformasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer