Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Akademisi Unej Ingatkan TKA Bukan Sekadar Ujian Akhir, Tapi Potret Proses Perkembangan Peserta Didik Jember

M Adhi Surya • 2026-03-30 09:00:45
SIAP MENGERJAKAN: Pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD Al Baitul Amien Jember, beberapa waktu lalu. Nilai TKA dapat digunakan untuk mendaftar sekolah lanjutan di jalur prestasi. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
SIAP MENGERJAKAN: Pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD Al Baitul Amien Jember, beberapa waktu lalu. Nilai TKA dapat digunakan untuk mendaftar sekolah lanjutan di jalur prestasi. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang SD dan SMP dinilai menjadi langkah tepat jika diarahkan untuk mengukur potensi siswa secara lebih menyeluruh.

Sistem evaluasi pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya menilai hasil akhir pembelajaran, tetapi juga perkembangan peserta didik selama proses belajar berlangsung.

Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (FKIP Unej), Drs Nuriman Phd, menilai penilaian siswa idealnya tidak bertumpu pada satu jenis ujian saja.

Baca Juga: Ambisi Pemkab Jember Pecahkan Rekor Penurunan Kemiskinan 10 Tahun Jadi di Bawah 200 Ribu

Evaluasi pendidikan, menurutnya, harus mampu menggambarkan kemampuan siswa secara utuh melalui pendekatan yang lebih komprehensif.

“Penilaian terhadap kecerdasan siswa harus bersifat holistik, yang artinya mencakup seluruh aspek perkembangan siswa selama proses pembelajaran,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap kemampuan akademik maupun perkembangan belajar siswa.

Ia menyebut, TKA menjadi langkah tepat jika dilihat dari sisi pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.

Baca Juga: Pelajar Asal Lumajang Hilang Terseret Arus Sungai Bondoyudo Kencong Jember

Penilaian dengan pendekatan holistik dinilai memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan secara lebih variatif, tidak terbatas pada ujian yang hanya mengukur hasil belajar pada satu waktu tertentu.

Menurut Nuriman, pelaksanaan uji coba TKA di tingkat SD dan SMP penting untuk melihat kesiapan sistem penilaian di lapangan.

Tahapan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi guna memastikan metode penilaian berjalan sesuai tujuan pendidikan.

Penyamarataan pelaksanaan dinilai tidak perlu dipaksakan pada tahap awal. Standar nasional tetap dibutuhkan, namun implementasi harus menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah agar hasil penilaian tetap adil.

Nuriman menyarankan pemerintah memastikan kesiapan regulasi teknis, sistem penilaian, serta pelatihan guru sebelum pelaksanaan diperluas.

“Jika sistem penilaiannya tidak matang, maka tujuan dari perubahan tersebut bisa jadi tidak tercapai,” tegasnya.

Baca Juga: Mahasiswa Jember di Seluruh Indonesia Wajib Tahu! Ini Aturan Baru Beasiswa Pemkab

Dengan persiapan yang matang, TKA diharapkan mampu menjadi instrumen evaluasi yang benar-benar mencerminkan perkembangan kemampuan siswa secara menyeluruh. (dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#tka 2026 #Jember #FKIP #tka #Tes Kemampuan Akademik #UNEJ