BACA JUGA : Tingkatkan Keamanan, Waspadai Pencurian Selama Ramadan
Hadi mengungkapkan, adanya aksi pencurian itu bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena inisiatif atau dorongan dari pelaku sendiri, atau memang ada dorongan dari pengaruh lingkungan yang memancing niat pelaku melakukan aksi pencurian. Misalnya karena tingkat keamanan yang lemah, kelalaian korban dalam menyimpan atau mengamankan barang, dan lain-lainnya. "Paling tidak, perlu ada sinergi dengan pihak-pihak terkait atau elemen masyarakat, demi menciptakan kondisi yang aman di lingkungan itu. Misalkan menghidupkan giat di Poskamling atau semacamnya," bebernya.
Menurut Hadi, adanya poskamling itu bisa cukup efektif menekan aksi pencurian. Terlebih di sekitar atau kawasan perumahan dan lingkungan padat penduduk. Baik di desa-desa maupun perkotaan. "Kalau di daerah kampus, juga sama. Melibatkan pihak-pihak terkait untuk dilakukan kerja sama," imbuh dia.
Meski ada salah satu polsek di daerah kota yang menghadiahkan Rp 500 ribu bagi warga yang berhasil menangkap maling atau pencuri, menurut Hadi, langkah itu baik. Namun, juga mengabaikan sisi buruknya, yakni memicu orang-orang bermain hakim sendiri karena tanpa pendampingan.
Terlepas dari itu, Hadi meyakini, langkah yang paling tepat menekan angka kriminalitas pencurian maupun aksi-aksi menggarong lainnya adalah tetap dengan bersinergi atau bekerja sama. "Menciptakan ketertiban umum ini sebenarnya tanggung jawab bersama. Meski ada pihak-pihak berwajib, namun jika tanpa dukungan masyarakat, ya, sulit. Karena itu, dibutuhkan kerja sama," pungkas politikus PDIP itu. (mau/c2/nur) Editor : Safitri