Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Manis dan Gurihnya Nasi Goreng Manis ala Magelangan

Maulana Ijal • Minggu, 12 Desember 2021 | 16:40 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Umumnya sajian nasi goreng yang dicampur dengan mi dikenal dengan sebutan nasi goreng mawut. Namun, masyarakat Jawa Tengah menyebut menu ini dengan istilah nasi goreng Magelangan. Sebab, di Magelang, menu nasi goreng disajikan dengan campuran mi, kubis, telur goreng, dan suwiran daging ayam. Maka dari itu, nasi goreng khas Jawa Tengah ini akrab dengan sebutan nasi goreng Magelangan.

Nasi goreng Magelangan punya komposisi yang berbeda dengan nasi goreng mawut. Mi yang digunakan bukan mi kemasan toko, melainkan bahan untuk bakmi atau mi ayam. Dalam seporsi, bagian mi lebih banyak ketimbang bagian nasi. Lalu, dicampur dengan irisan ayam kampung dan orak-arik telur. Paling otentik, dalam seporsi itu tidak ada sayur sawi yang tercampur. "Kalau Jawa Tengah tidak bisa lepas dari kubis. Kalau mawut di sini (Jember, Red) sawinya yang banyak. Kami pakai kubis, bukan sawi," kata Yayuk, juru masak Bakmi Jowo.
Photo
Photo


Cita rasa nasi goreng Magelangan ini identik dengan rasa manis. Rasa gurihnya tidak dominan oleh bawang. Namun, lebih mirip dengan gurihnya bumbu kaldu. Tak hanya itu, nasi goreng Magelangan juga memiliki aroma seledri yang kuat. Wanita yang akrab disapa Puri ini mengatakan, istilah nasi goreng Magelangan masih belum familier di masyarakat Jember. Hingga kini, banyak konsumen yang masih bertanya mengenai menu tersebut.

Puri mengaku, konsumennya banyak yang datang dari kalangan orang-orang Tionghoa dan Bondowoso yang sedang berkunjung ke Jember. Dia mematok seporsi nasi goreng Magelangan dengan harga Rp 17 ribu. Biasanya ketika bakda Magrib, stan miliknya yang berada di kawasan lampu merah RSD dr Soebandi, Patrang, dipadati oleh pembeli. (ani/c2/rus)

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: Tri Joko
Editor: Mahrus Sholih

  Editor : Maulana Ijal
#Kuliner #Headline