alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Warga Patrang Ini Sulap Limbah Plastik jadi Piring Cantik

Cara Warga Kurangi Sampah Rumah Tangga

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah plastik. Salah satunya seperti yang dilakukan Nunung Djuaria. Di tengah kesibukannya, ibu rumah tangga yang juga aktivis gereja ini menyempatkan untuk mendaur ulang gelas plastik menjadi piring cantik.

Aktivitas ini dimulai sejak medio 2019 lalu. Gelas-gelas plastik bekas minuman itu ia dapatkan ketika melintas di depan salah satu sekolah. Jumlahnya banyak. Kadang-kadang sampai menggunung. Nunung pun memungutnya dan memasukkan ke dalam kantong plastik besar untuk dibawanya pulang dan dibersihkan. “Sudah kayak pemulung. Memungut bekas gelas plastik, terus dibawa pulang,” katanya.

Setelah itu, Nunung membersihkannya mulai bagian atas hingga keseluruhan. Proses ini cukup panjang dan lama karena harus satu per satu. “Kadang dibantu sama anak-anak. Suami juga ikut membersihkan,” ujar perempuan yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Patrang, tak jauh dari RSD dr Soebandi ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika sudah bersih, gelas plastik itu kemudian dipotong hingga ujung atasnya. Hingga hanya menyisakan bagian yang melingkar. Setelah itu, Nunung merakitnya dengan benang sampai membentuk sebuah lingkaran. “Selanjutnya, dirakit lagi untuk dasar piringannya. Ini saya semua yang mengerjakan. Suami dan anak-anak tidak bisa,” tuturnya.

Mulanya, Nunung tak memiliki niatan untuk mengomersialkan produk kreasinya itu. Ia membuatnya karena alasan lingkungan. Selain itu, dia juga memang hobi membikin kerajinan, serta untuk mengisi waktu kosong. Namun, lambat laun banyak kolega suaminya dan rekan-rekannya di gereja yang kepincut dan memesan. “Lama-lama ada yang pesan. Jumlahnya mulai dari 10 biji. Sejak saat itu pesanan terus datang,” ungkapnya.

Piring ini cukup praktis untuk wadah makanan di acara skala besar. Sebab, pengguna hanya perlu memberikan kertas minyak sebagai alas makanan. Jika sudah digunakan, kertas minyak bisa dibuang. Lalu, piring disimpan kembali. Walaupun terbuat dari plastik, piring karya Nunung cukup kuat.

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah plastik. Salah satunya seperti yang dilakukan Nunung Djuaria. Di tengah kesibukannya, ibu rumah tangga yang juga aktivis gereja ini menyempatkan untuk mendaur ulang gelas plastik menjadi piring cantik.

Aktivitas ini dimulai sejak medio 2019 lalu. Gelas-gelas plastik bekas minuman itu ia dapatkan ketika melintas di depan salah satu sekolah. Jumlahnya banyak. Kadang-kadang sampai menggunung. Nunung pun memungutnya dan memasukkan ke dalam kantong plastik besar untuk dibawanya pulang dan dibersihkan. “Sudah kayak pemulung. Memungut bekas gelas plastik, terus dibawa pulang,” katanya.

Setelah itu, Nunung membersihkannya mulai bagian atas hingga keseluruhan. Proses ini cukup panjang dan lama karena harus satu per satu. “Kadang dibantu sama anak-anak. Suami juga ikut membersihkan,” ujar perempuan yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Patrang, tak jauh dari RSD dr Soebandi ini.

Ketika sudah bersih, gelas plastik itu kemudian dipotong hingga ujung atasnya. Hingga hanya menyisakan bagian yang melingkar. Setelah itu, Nunung merakitnya dengan benang sampai membentuk sebuah lingkaran. “Selanjutnya, dirakit lagi untuk dasar piringannya. Ini saya semua yang mengerjakan. Suami dan anak-anak tidak bisa,” tuturnya.

Mulanya, Nunung tak memiliki niatan untuk mengomersialkan produk kreasinya itu. Ia membuatnya karena alasan lingkungan. Selain itu, dia juga memang hobi membikin kerajinan, serta untuk mengisi waktu kosong. Namun, lambat laun banyak kolega suaminya dan rekan-rekannya di gereja yang kepincut dan memesan. “Lama-lama ada yang pesan. Jumlahnya mulai dari 10 biji. Sejak saat itu pesanan terus datang,” ungkapnya.

Piring ini cukup praktis untuk wadah makanan di acara skala besar. Sebab, pengguna hanya perlu memberikan kertas minyak sebagai alas makanan. Jika sudah digunakan, kertas minyak bisa dibuang. Lalu, piring disimpan kembali. Walaupun terbuat dari plastik, piring karya Nunung cukup kuat.

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah plastik. Salah satunya seperti yang dilakukan Nunung Djuaria. Di tengah kesibukannya, ibu rumah tangga yang juga aktivis gereja ini menyempatkan untuk mendaur ulang gelas plastik menjadi piring cantik.

Aktivitas ini dimulai sejak medio 2019 lalu. Gelas-gelas plastik bekas minuman itu ia dapatkan ketika melintas di depan salah satu sekolah. Jumlahnya banyak. Kadang-kadang sampai menggunung. Nunung pun memungutnya dan memasukkan ke dalam kantong plastik besar untuk dibawanya pulang dan dibersihkan. “Sudah kayak pemulung. Memungut bekas gelas plastik, terus dibawa pulang,” katanya.

Setelah itu, Nunung membersihkannya mulai bagian atas hingga keseluruhan. Proses ini cukup panjang dan lama karena harus satu per satu. “Kadang dibantu sama anak-anak. Suami juga ikut membersihkan,” ujar perempuan yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Patrang, tak jauh dari RSD dr Soebandi ini.

Ketika sudah bersih, gelas plastik itu kemudian dipotong hingga ujung atasnya. Hingga hanya menyisakan bagian yang melingkar. Setelah itu, Nunung merakitnya dengan benang sampai membentuk sebuah lingkaran. “Selanjutnya, dirakit lagi untuk dasar piringannya. Ini saya semua yang mengerjakan. Suami dan anak-anak tidak bisa,” tuturnya.

Mulanya, Nunung tak memiliki niatan untuk mengomersialkan produk kreasinya itu. Ia membuatnya karena alasan lingkungan. Selain itu, dia juga memang hobi membikin kerajinan, serta untuk mengisi waktu kosong. Namun, lambat laun banyak kolega suaminya dan rekan-rekannya di gereja yang kepincut dan memesan. “Lama-lama ada yang pesan. Jumlahnya mulai dari 10 biji. Sejak saat itu pesanan terus datang,” ungkapnya.

Piring ini cukup praktis untuk wadah makanan di acara skala besar. Sebab, pengguna hanya perlu memberikan kertas minyak sebagai alas makanan. Jika sudah digunakan, kertas minyak bisa dibuang. Lalu, piring disimpan kembali. Walaupun terbuat dari plastik, piring karya Nunung cukup kuat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/