alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Nasi Goreng Cak Di Makin Larut Makin Banyak Pembeli

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasi Goreng Cak Di adalah salah satu nasi goreng yang punya banyak penggemar. Kiosnya berada di kawasan Pasar Patrang, sebelum lampu lalu lintas. Warung nasi ini mulai buka sejak pukul 19.00 hingga pukul 03.00 dini hari.

Nah, kios Nasi Goreng Cak Di ini menjadi satu-satunya stan nasi goreng yang berada di kawasan Pasar Patrang. Sekaligus satu-satunya stan nasi goreng yang buka hingga dini hari. Sugiarto mengatakan bahwa nasi goreng ini bakal lebih banyak pengunjungnya manakala hari makin larut.

Mayoritas pembelinya cukup beragam. Di antaranya para sopir yang harus melakukan ekspedisi hingga berhari-hari, hingga anak-anak muda yang baru pulang dari beragam kegiatan. “Biasanya kalau tambah malam tambah banyak yang datang,” kata Sugiarto sambil mengaduk nasi dalam wajan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam satu hari, Sugiarto dapat memasak hingga 40 kilogram beras. Namun, selama ada kebijakan PPKM, banyaknya nasi yang dia masak dikurangi kira-kira sampai sepuluh kilogram. Sebabnya, pada pertama penerapannya, pelanggan yang datang mengalami penurunan. Juga adanya pembatasan waktu untuk berjualan. “Mulai pandemi ini cuma 30 kilogram,” ucapnya lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasi Goreng Cak Di adalah salah satu nasi goreng yang punya banyak penggemar. Kiosnya berada di kawasan Pasar Patrang, sebelum lampu lalu lintas. Warung nasi ini mulai buka sejak pukul 19.00 hingga pukul 03.00 dini hari.

Nah, kios Nasi Goreng Cak Di ini menjadi satu-satunya stan nasi goreng yang berada di kawasan Pasar Patrang. Sekaligus satu-satunya stan nasi goreng yang buka hingga dini hari. Sugiarto mengatakan bahwa nasi goreng ini bakal lebih banyak pengunjungnya manakala hari makin larut.

Mayoritas pembelinya cukup beragam. Di antaranya para sopir yang harus melakukan ekspedisi hingga berhari-hari, hingga anak-anak muda yang baru pulang dari beragam kegiatan. “Biasanya kalau tambah malam tambah banyak yang datang,” kata Sugiarto sambil mengaduk nasi dalam wajan.

Dalam satu hari, Sugiarto dapat memasak hingga 40 kilogram beras. Namun, selama ada kebijakan PPKM, banyaknya nasi yang dia masak dikurangi kira-kira sampai sepuluh kilogram. Sebabnya, pada pertama penerapannya, pelanggan yang datang mengalami penurunan. Juga adanya pembatasan waktu untuk berjualan. “Mulai pandemi ini cuma 30 kilogram,” ucapnya lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasi Goreng Cak Di adalah salah satu nasi goreng yang punya banyak penggemar. Kiosnya berada di kawasan Pasar Patrang, sebelum lampu lalu lintas. Warung nasi ini mulai buka sejak pukul 19.00 hingga pukul 03.00 dini hari.

Nah, kios Nasi Goreng Cak Di ini menjadi satu-satunya stan nasi goreng yang berada di kawasan Pasar Patrang. Sekaligus satu-satunya stan nasi goreng yang buka hingga dini hari. Sugiarto mengatakan bahwa nasi goreng ini bakal lebih banyak pengunjungnya manakala hari makin larut.

Mayoritas pembelinya cukup beragam. Di antaranya para sopir yang harus melakukan ekspedisi hingga berhari-hari, hingga anak-anak muda yang baru pulang dari beragam kegiatan. “Biasanya kalau tambah malam tambah banyak yang datang,” kata Sugiarto sambil mengaduk nasi dalam wajan.

Dalam satu hari, Sugiarto dapat memasak hingga 40 kilogram beras. Namun, selama ada kebijakan PPKM, banyaknya nasi yang dia masak dikurangi kira-kira sampai sepuluh kilogram. Sebabnya, pada pertama penerapannya, pelanggan yang datang mengalami penurunan. Juga adanya pembatasan waktu untuk berjualan. “Mulai pandemi ini cuma 30 kilogram,” ucapnya lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/