Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) Adi Wijaya, kemarin (20/8) siang. Dia menjelaskan bahwa tim penilai dari Provinsi Jawa Timur telah datang dan melakukan penilaian terhadap BUMDes Karya Mandiri yang terletak di Desa Balun Kulon, Kecamatan Balung. “Alhamdulillah, BUMDes ini masuk enam besar dari 38 BUMDes kota/kabupaten se-Jatim,” paparnya.
Pada tahap awal, yakni administrasi. Setelah lolos hingga 12 besar, lanjutnya, ada presentasi. Karena berada di masa pandemi, presentasi dilaksanakan via Zoom Meeting. “Setelah memasuki tahap ketiga pada enam besar, tim penilai datang ke setiap BUMDes untuk melakukan penilaian,” imbuh Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan Desa Dispemasdes Abdul Ghofur. Penilaian itu bertujuan untuk menyinkronkan materi yang disampaikan dengan yang sebenarnya.
Ghofur menerangkan bahwa ada beberapa pertimbangan yang membuat BUMDes Karya Mandiri ini masuk enam besar. Di antaranya, lantaran manajemen sehat dan dampak kepada masyarakat. “Seperti kita ketahui, unit usaha yang paling utama dalam BUMDes ini adalah kerajinan dan pengolahan sampah menjadi bank sampah,” lanjutnya.
Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu isu yang saat ini tengah menjadi tren. Sampah yang dianggap tidak ada hasilnya ternyata menghasilkan. “Itu yang saat ini kami seriusi untuk selanjutnya bisa dicontoh BUMDes lain,” paparnya.
Dari pengolahan atau inovasi itu, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di masa pandemi. Hal itulah yang saat ini pihaknya tampilkan kepada provinsi untuk dikompetisikan dalam bentuk lomba.
Lebih lanjut, Ketua Tim Penilai sekaligus Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Timur Endah Binawati menyatakan bahwa dasar penilaian yang pihaknya lakukan berdasar pada SK Gubernur Jawa Timur. “Ada enam aspek yang dinilai. Yakni aspek kelembagaan, pengolahan usaha, keuangan, kemitraan, dampak, serta pembinaan dan pertanggungjawaban,” tuturnya.
Sementara itu, dia mengungkapkan bahwa peninjauan langsung di lapangan tersebut merupakan tahapan terakhir. “Jadi, enam BUMDes terbaik sudah berhasil kami temukan dan nilai, tinggal urutannya saja,” ujarnya. Dengan begitu, tinggal menunggu hasil dan semoga Jember bisa menjadi juara.
Menurut dia, BUMDes Karya Mandiri merupakan BUMDes perwakilan Kabupaten Jember yang luar biasa. Ada dua jenis usaha, kerajinan dan bank sampah, yang dikelola oleh para anak muda. “Kami sangat berharap, dukungan dari pemerintah juga harus seimbang,” tegasnya. Artinya, ada permodalan pihak desa agar bisa menopang pengembangan BUMDes.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa tahun ini BUMDes juga mendapatkan bantuan alokasi khusus dari Gubernur Jatim sebesar 75 juta. “Saat ini, sedang proses realisasi untuk pengembangan usaha,” tandasnya.
Reporter : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona