alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Tangguh Luar Biasa Menjadi Ibu dari 3 Anak Difabel, Ini Ceritanya

Kegigihan Rimawati, Ibu dengan Tiga Anak Difabel Ia Rawat Sendiri, Berharap Buah Hatinya Bisa Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – SIANG itu, mobil kepolisian lalu lintas terparkir di pinggir Jalan Nusa Indah, Jember Lor, Kecamatan Patrang. Sebagian pengendara motor tampak kaget. Mereka mengira bakal ada razia. Ternyata, polisi dari Satlantas Polres Jember tersebut bukan bermaksud menggelar operasi lalu lintas. Melainkan bakal menyambangi rumah salah seorang warga. Para polisi itu kemudian berjalan kaki melalui gang sempit agar bisa sampai ke rumah yang dituju.

“Rumahnya belok kanan,” ucap Umi Salma, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Patrang, memandu para polisi itu. Di gang yang hanya cukup satu motor tersebut, terdapat rumah warna hijau dengan pagar besi putih. Di dalam rumah inilah ada sesosok wanita tangguh. Dia adalah Rimawati, seorang janda dengan tiga anak penyandang disabilitas.

Pipi Rimawati seketika mengembang saat menyambut tamu yang datang memberi tali asih kepadanya itu. Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Heryanto Manurung tampak berbincang dengan putra pertama Rimawati, Setia Budi Wicaksono, yang mengalami hambatan intelektual. Perbincangan mereka cukup menarik. Tentang ikan yang menjadi hobi dan direncanakan menjadi bisnisnya anak sulung Rimawati itu. “Punya ikan predator? Itu lebih susah, ya, kembang biaknya,” ucap Jimmy, membuka pembicaraan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tri Astini, guru SLB Patrang, selanjutnya membicarakan putri Rimawati yang bernama Ines. Dia juga punya kegiatan bermain TikTok. “Ines juga punya kegiatan sekarang, bermain TikTok, ya?” tuturnya. Bahkan, kata Tri Astini, konten TikTok Ines juga sempat viral hingga didatangi youtuber asal Jakarta untuk diajak kolaborasi. “Jadi, Ines dan Setia Budi follower-nya juga banyak di TikTok,” ucap mantan guru SLB Bintoro yang pernah mendidik Ines dan Setia, tersebut.

Tri Astini mengatakan, tiga anak Rimawati adalah penyandang disabilitas. Bukan cacat fisiknya, tapi mentalnya. Untuk anak pertamanya, Setia Budi, mengalami hambatan intelektual, sedangkan Ines Ratna Yunita mengalami slow learner atau sebutan untuk anak yang sulit mempelajari sesuatu. Ines dan Setia juga telah dewasa dan sudah lulus dari SLB Bintoro.

Namun, ada satu lagi putra Rimawati bernama Rizki Andre yang juga difabel. Dia menyandang autisme. “Kalau berbicara tingkat keparahan, adalah Andre,” tuturnya.

Sementara itu, sekitar sembilan tahun lalu atau 2012, suami Rimawati meninggal dunia. Karena itu, dia seorang diri membesarkan ketiga anaknya itu. Perempuan kelahiran 1963 yang bekerja sebagai ASN di PU Bina Marga Provinsi Jatim UPT Peningkatan Jalan tersebut kini telah memasuki masa persiapan pensiun (MPP) dan sekitar satu tahun lagi sudah pensiun.

Dia mengaku, sebelum tinggal di Jember, dirinya pernah tinggal di Semarang bersama suaminya. Hingga akhirnya mengajukan pindah kerja dan dikabulkan bertugas di Jember dengan maksud agar dekat dengan orang tuanya. “Dulu Andre tinggal di Semarang,” terangnya.

Lantaran suaminya yang bekerja di Semarang dan kini telah meninggal, akhirnya semua keluarga tinggal bersama Rimawati di Jember. Merawat ketiga anak disabilitas tersebut menjadi hal terpenting baginya yang harus dijalani.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – SIANG itu, mobil kepolisian lalu lintas terparkir di pinggir Jalan Nusa Indah, Jember Lor, Kecamatan Patrang. Sebagian pengendara motor tampak kaget. Mereka mengira bakal ada razia. Ternyata, polisi dari Satlantas Polres Jember tersebut bukan bermaksud menggelar operasi lalu lintas. Melainkan bakal menyambangi rumah salah seorang warga. Para polisi itu kemudian berjalan kaki melalui gang sempit agar bisa sampai ke rumah yang dituju.

“Rumahnya belok kanan,” ucap Umi Salma, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Patrang, memandu para polisi itu. Di gang yang hanya cukup satu motor tersebut, terdapat rumah warna hijau dengan pagar besi putih. Di dalam rumah inilah ada sesosok wanita tangguh. Dia adalah Rimawati, seorang janda dengan tiga anak penyandang disabilitas.

Pipi Rimawati seketika mengembang saat menyambut tamu yang datang memberi tali asih kepadanya itu. Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Heryanto Manurung tampak berbincang dengan putra pertama Rimawati, Setia Budi Wicaksono, yang mengalami hambatan intelektual. Perbincangan mereka cukup menarik. Tentang ikan yang menjadi hobi dan direncanakan menjadi bisnisnya anak sulung Rimawati itu. “Punya ikan predator? Itu lebih susah, ya, kembang biaknya,” ucap Jimmy, membuka pembicaraan.

Tri Astini, guru SLB Patrang, selanjutnya membicarakan putri Rimawati yang bernama Ines. Dia juga punya kegiatan bermain TikTok. “Ines juga punya kegiatan sekarang, bermain TikTok, ya?” tuturnya. Bahkan, kata Tri Astini, konten TikTok Ines juga sempat viral hingga didatangi youtuber asal Jakarta untuk diajak kolaborasi. “Jadi, Ines dan Setia Budi follower-nya juga banyak di TikTok,” ucap mantan guru SLB Bintoro yang pernah mendidik Ines dan Setia, tersebut.

Tri Astini mengatakan, tiga anak Rimawati adalah penyandang disabilitas. Bukan cacat fisiknya, tapi mentalnya. Untuk anak pertamanya, Setia Budi, mengalami hambatan intelektual, sedangkan Ines Ratna Yunita mengalami slow learner atau sebutan untuk anak yang sulit mempelajari sesuatu. Ines dan Setia juga telah dewasa dan sudah lulus dari SLB Bintoro.

Namun, ada satu lagi putra Rimawati bernama Rizki Andre yang juga difabel. Dia menyandang autisme. “Kalau berbicara tingkat keparahan, adalah Andre,” tuturnya.

Sementara itu, sekitar sembilan tahun lalu atau 2012, suami Rimawati meninggal dunia. Karena itu, dia seorang diri membesarkan ketiga anaknya itu. Perempuan kelahiran 1963 yang bekerja sebagai ASN di PU Bina Marga Provinsi Jatim UPT Peningkatan Jalan tersebut kini telah memasuki masa persiapan pensiun (MPP) dan sekitar satu tahun lagi sudah pensiun.

Dia mengaku, sebelum tinggal di Jember, dirinya pernah tinggal di Semarang bersama suaminya. Hingga akhirnya mengajukan pindah kerja dan dikabulkan bertugas di Jember dengan maksud agar dekat dengan orang tuanya. “Dulu Andre tinggal di Semarang,” terangnya.

Lantaran suaminya yang bekerja di Semarang dan kini telah meninggal, akhirnya semua keluarga tinggal bersama Rimawati di Jember. Merawat ketiga anak disabilitas tersebut menjadi hal terpenting baginya yang harus dijalani.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – SIANG itu, mobil kepolisian lalu lintas terparkir di pinggir Jalan Nusa Indah, Jember Lor, Kecamatan Patrang. Sebagian pengendara motor tampak kaget. Mereka mengira bakal ada razia. Ternyata, polisi dari Satlantas Polres Jember tersebut bukan bermaksud menggelar operasi lalu lintas. Melainkan bakal menyambangi rumah salah seorang warga. Para polisi itu kemudian berjalan kaki melalui gang sempit agar bisa sampai ke rumah yang dituju.

“Rumahnya belok kanan,” ucap Umi Salma, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Patrang, memandu para polisi itu. Di gang yang hanya cukup satu motor tersebut, terdapat rumah warna hijau dengan pagar besi putih. Di dalam rumah inilah ada sesosok wanita tangguh. Dia adalah Rimawati, seorang janda dengan tiga anak penyandang disabilitas.

Pipi Rimawati seketika mengembang saat menyambut tamu yang datang memberi tali asih kepadanya itu. Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Heryanto Manurung tampak berbincang dengan putra pertama Rimawati, Setia Budi Wicaksono, yang mengalami hambatan intelektual. Perbincangan mereka cukup menarik. Tentang ikan yang menjadi hobi dan direncanakan menjadi bisnisnya anak sulung Rimawati itu. “Punya ikan predator? Itu lebih susah, ya, kembang biaknya,” ucap Jimmy, membuka pembicaraan.

Tri Astini, guru SLB Patrang, selanjutnya membicarakan putri Rimawati yang bernama Ines. Dia juga punya kegiatan bermain TikTok. “Ines juga punya kegiatan sekarang, bermain TikTok, ya?” tuturnya. Bahkan, kata Tri Astini, konten TikTok Ines juga sempat viral hingga didatangi youtuber asal Jakarta untuk diajak kolaborasi. “Jadi, Ines dan Setia Budi follower-nya juga banyak di TikTok,” ucap mantan guru SLB Bintoro yang pernah mendidik Ines dan Setia, tersebut.

Tri Astini mengatakan, tiga anak Rimawati adalah penyandang disabilitas. Bukan cacat fisiknya, tapi mentalnya. Untuk anak pertamanya, Setia Budi, mengalami hambatan intelektual, sedangkan Ines Ratna Yunita mengalami slow learner atau sebutan untuk anak yang sulit mempelajari sesuatu. Ines dan Setia juga telah dewasa dan sudah lulus dari SLB Bintoro.

Namun, ada satu lagi putra Rimawati bernama Rizki Andre yang juga difabel. Dia menyandang autisme. “Kalau berbicara tingkat keparahan, adalah Andre,” tuturnya.

Sementara itu, sekitar sembilan tahun lalu atau 2012, suami Rimawati meninggal dunia. Karena itu, dia seorang diri membesarkan ketiga anaknya itu. Perempuan kelahiran 1963 yang bekerja sebagai ASN di PU Bina Marga Provinsi Jatim UPT Peningkatan Jalan tersebut kini telah memasuki masa persiapan pensiun (MPP) dan sekitar satu tahun lagi sudah pensiun.

Dia mengaku, sebelum tinggal di Jember, dirinya pernah tinggal di Semarang bersama suaminya. Hingga akhirnya mengajukan pindah kerja dan dikabulkan bertugas di Jember dengan maksud agar dekat dengan orang tuanya. “Dulu Andre tinggal di Semarang,” terangnya.

Lantaran suaminya yang bekerja di Semarang dan kini telah meninggal, akhirnya semua keluarga tinggal bersama Rimawati di Jember. Merawat ketiga anak disabilitas tersebut menjadi hal terpenting baginya yang harus dijalani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/