alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Ini Tantangan Baru Nelayan Pantai Pancer Puger

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Jember, belakangan ini, membuat air di Sungai Bedadung menjadi banjir. Derasnya arus sampai membawa barongan bambu hingga mengganggu aktivitas nelayan. Sebab, barongan bambu itu hanyut sampai ke muara sungai di area Plawangan, Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Padahal, Plawangan tersebut merupakan akses utama bagi nelayan, baik yang akan berangkat ataupun pulang melaut.

Pantauan di lokasi, barongan bambu yang satu rumpun itu sebesar poskamling dan berada tepat di tengah aliran muara Sungai Bedadung. “Yang paling berbahaya itu kalau air pasang, karena barongan terendam air sehingga tidak kelihatan,” kata Catur, pemilik perahu yang menyediakan jasa sewa jukung bagi pemancing yang akan ke Nusa Barong tersebut.

Menurut dia, setiap hujan deras dan sungai banjir, memang banyak barongan bambu yang terbawa arus hingga ke pantai. Biasanya, barongan itu berasal dari rumpun bambu yang tumbuh di sempadan sungai. Akibat banjir, sempadan itu terkikis sehingga barongan ambrol dan terbawa arus. “Susahnya kalau nelayan yang berangkat malam hari, karena tidak kelihatan. Untungnya para nelayan sudah hafal dengan lokasi barongan bambu itu,” pungkasnya.

- Advertisement -

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Jember, belakangan ini, membuat air di Sungai Bedadung menjadi banjir. Derasnya arus sampai membawa barongan bambu hingga mengganggu aktivitas nelayan. Sebab, barongan bambu itu hanyut sampai ke muara sungai di area Plawangan, Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Padahal, Plawangan tersebut merupakan akses utama bagi nelayan, baik yang akan berangkat ataupun pulang melaut.

Pantauan di lokasi, barongan bambu yang satu rumpun itu sebesar poskamling dan berada tepat di tengah aliran muara Sungai Bedadung. “Yang paling berbahaya itu kalau air pasang, karena barongan terendam air sehingga tidak kelihatan,” kata Catur, pemilik perahu yang menyediakan jasa sewa jukung bagi pemancing yang akan ke Nusa Barong tersebut.

Menurut dia, setiap hujan deras dan sungai banjir, memang banyak barongan bambu yang terbawa arus hingga ke pantai. Biasanya, barongan itu berasal dari rumpun bambu yang tumbuh di sempadan sungai. Akibat banjir, sempadan itu terkikis sehingga barongan ambrol dan terbawa arus. “Susahnya kalau nelayan yang berangkat malam hari, karena tidak kelihatan. Untungnya para nelayan sudah hafal dengan lokasi barongan bambu itu,” pungkasnya.

PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Jember, belakangan ini, membuat air di Sungai Bedadung menjadi banjir. Derasnya arus sampai membawa barongan bambu hingga mengganggu aktivitas nelayan. Sebab, barongan bambu itu hanyut sampai ke muara sungai di area Plawangan, Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Padahal, Plawangan tersebut merupakan akses utama bagi nelayan, baik yang akan berangkat ataupun pulang melaut.

Pantauan di lokasi, barongan bambu yang satu rumpun itu sebesar poskamling dan berada tepat di tengah aliran muara Sungai Bedadung. “Yang paling berbahaya itu kalau air pasang, karena barongan terendam air sehingga tidak kelihatan,” kata Catur, pemilik perahu yang menyediakan jasa sewa jukung bagi pemancing yang akan ke Nusa Barong tersebut.

Menurut dia, setiap hujan deras dan sungai banjir, memang banyak barongan bambu yang terbawa arus hingga ke pantai. Biasanya, barongan itu berasal dari rumpun bambu yang tumbuh di sempadan sungai. Akibat banjir, sempadan itu terkikis sehingga barongan ambrol dan terbawa arus. “Susahnya kalau nelayan yang berangkat malam hari, karena tidak kelihatan. Untungnya para nelayan sudah hafal dengan lokasi barongan bambu itu,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/