BACA JUGA : SPBU Kalisat Tutup Sementara, Diduga Ada Kebocoran
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, keduanya dipastikan hanya mendapatkan medali perunggu setelah pada partai final dikalahkan oleh atlet panahan dari tim Yogyakarta, sebagai tuan rumah yang berhasil meraih medali perak. Kemudian, medali emas berhasil diboyong oleh pemanah putri dari Jawa Tengah.
Meski hanya mendapat medali perunggu, Suwadi, pelatih Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Bondowoso, mengapresiasi dua anak didiknya itu. Sebab, sudah berhasil mengharumkan nama provinsi dan kabupaten. Mengingat, perjuangan mereka dapat dibilang lebih berat.
Selain itu, pria yang akrab disapa Coach Ady itu juga menuturkan, usaha dari para atlet sangatlah patut untuk diapresiasi. Mengingat lombanya berskala nasional. Kompetitornya merupakan atlet terbaik dari masing-masing provinsi. "Latihan dan usaha keras yang dilakukan sebelum dan saat Kejurnas, ternyata berhasil membuat atlet kita meraih medali," katanya.
Prestasi yang ditorehkan oleh dua siswa yang dijuluki Dou Adel itu ternyata tidak terjadi pada dua rekan lainnya. Yakni Nadhif Khanza Firdaus, yang mewakili Jatim untuk mengikuti kategori compound perorangan dan beregu putra U-18. serta Talitha Leony Basuki. Talitha mengikuti lomba kategori compound perorangan putri U-15. "Tetap harus kita apresiasi. Karena mereka sudah menunjukan kemampuan terbaiknya. Cuma belum beruntung aja," imbuhnya.
Lebih lanjut, pasca-Kejurnas akan langsung melakukan latihan kembali bersama para atlet panahan lainnya. Tentunya untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan berlangsung pada 2023 mendatang. Tidak tertutup kemungkinan, para atlet yang sudah berprestasi dalam ajang nasional itu akan kembali diterjunkan dalam Porprov mendatang. "Siapa saja yang akan diturunkan, lihat nanti sudah. Pastinya kami fokus untuk latihan dulu," pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Safitri