Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terhanyut Suara Denting Mendayu Alat Musik Sape

Maulana Ijal • Minggu, 19 Desember 2021 | 16:20 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Alunan sape begitu indah mengalun dari petikan jari Rizky Kumala Permadi, malam itu. Rizky memang bukan orang pertama yang memainkannya di Jember. Bisa jadi ada sekian orang yang telah memainkannya. Akan tetapi, pemain sape sangat jarang ditemukan, khususnya di Kota Pesantren tercinta ini. Maklum, alat musik tradisional itu diyakini berasal dari suku Dayak, Kalimantan Barat.

Di tengah rintik hujan, pria yang akrab disapa Kelik ini memainkan sape di teras rumahnya. Dia memainkan lagu-lagu tradisional khas Kalimantan di sekitar deretan rumah warga, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Di tengah perkembangan zaman inilah, sape tidak terbatas pada permainan musik tradisional, melainkan masuk pada kombinasi musik modern. Sape yang dipegangnya bahkan pernah mengharumkan nama Jember bersama Lingkar Kreatif Independen (Linkrafin).

Bermain sape, menurutnya, harus menjiwai. Keberadaan alat musik tersebut lebih banyak mengandalkan permainan cengkok yang menghasilkan suara mendayu-dayu. "Andalan sape adalah suara cengkoknya. Ini yang membuat berbeda dengan yang lain," tuturnya.

Saat bergabung bersama Linkrafin, Kelik menyebut, hal paling sulit untuk dilakukan yaitu kombinasi antara musik tradisional dengan modern. Di mana sape merupakan alat musik khas yang dulunya hanya dipakai oleh etnis suku Dayak. "Dulu senarnya dua, sekarang empat," cetusnya.

Nah, alunan sape ketika dibarengkan dengan gitar akustik atau sejenis alat musik petik lain akan tetap menghasilkan suara yang berbeda. Alunan sape bisa dibilang ada pada relung jiwa yang sangat dalam. Suara yang dihasilkan menyentuh hingga menembus tulang dan hati. "Kalau belajar ini tidak menjiwai, maka akan sulit. Karena andalan sape adalah suaranya yang menyentuh jiwa," tuturnya.

Jurnalis: Nur Hariri
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Maulana Ijal
#Hobi #Headline #Kesenian #musik