Wahib, Ketua Paguyuban Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lumajang, mengungkapkan, bimwin sangat efektif memberikan bekal kepada catin yang akan melaksanakan pernikahan. Sebab, mereka mendapatkan banyak bekal materi dalam berumah tangga. “Ini upaya untuk mempersiapkan masa depan bersama dengan berbagai macam materi yang diperoleh dari bimwin,” ungkapnya.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Lumajang ini mengatakan, belum ada regulasi yang mewajibkan bimwin. Karenanya, kuota pasangan catin yang mengikuti bimwin terbatas. Meski demikian, antusiasme catin sangat tinggi. Karenanya, pihaknya memprioritaskan catin dengan pelaksanaan nikah terlebih dahulu.
“Pelaksanaannya dua hari. Tetapi, kebanyakan peserta di hari kedua izin tidak mengikuti pelatihan. Rata-rata mereka bekerja. Sedangkan cuti hanya diberikan satu hari. Sehingga, kami maksimalkan materi penting tentang keluarga kami sampaikan di hari pertama secara tuntas,” katanya.
Bimbingan yang diberikan tidak hanya bimwin bagi catin. Ada dua program lainnya. Yakni bimbingan perkawinan bagi remaja usia sekolah (BRUS) dan bimbingan perkawinan bagi keluarga sakinah.
“Bimbingan ini sebuah keniscayaan dan kebutuhan bagi para calon pengantin. Tentu sangat penting sekali memikirkan kehidupan rumah tangga ke depan. Sehingga mereka bisa menyiapkan generasi yang berkualitas. Mohon maaf, ada sebagian yang tidak ikut bimwin tidak memiliki pemikiran jangka panjang. Jadi, kurang memahami dinamika keluarga dan hakikat pernikahan,” tandas Sudihartono, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lumajang.
Dia menambahkan, pada tahun 2020, ada ribuan pasangan catin mengikuti bimwin. Hingga pertengahan tahun 2021, jumlah tersebut terus meningkat. Namun, karena adanya pemberlakuan PPKM, bimwin tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal. “Tahun 2020 ada 52 angkatan bimwin. Per angkatan 25 pasangan. Hingga Mei 2021 ada 20 angkatan. Selanjutnya, hanya 15 angkatan dengan jumlah peserta 30 orang,” tambahnya.
Agar Catin Lebih Siap Menikah
Pemberian bimbingan perkawinan (bimwin) juga bertujuan untuk mematangkan persiapan calon pengantin (catin). Sebab, materi yang diberikan mencakup pencegahan, cara menghadapi masalah, dan penyelesaiannya. Tidak hanya itu, catin juga dibekali manajemen dan pengelolaan lahir batin pernikahan. Agar pasangan catin lebih mantap dan siap hidup bersama.
“Materi yang kami dapat selama dua hari ini sangat bermanfaat. Dari segi penyampaian membuat kami lebih paham. Alhamdulillah, lebih siap lagi daripada sebelumnya,” ungkap Basri Eka Laksana, salah satu catin asal Jogoyudan.
Wahib, Ketua Paguyuban Kepala KUA Se-Lumajang, mengatakan, sedikitnya ada delapan materi yang didapat oleh catin. Keseluruhan materi tidak hanya disampaikan. Melainkan, mereka juga diajak praktik dalam perencanaan, pengelolaan, hingga penyelesaian masalah rumah tangga.
“Mereka mengatakan lebih siap untuk berumah tangga. Sehingga bisa dipastikan mereka siap fisik dan mental atau lahir batinnya. Karena dalam berumah tangga itu juga membangun kepercayaan, terbuka, dan bekerja sama setiap hari,” katanya.
Lebih lanjut, bimbingan tidak hanya diberikan sebelum mereka hendak menikah saja. Melainkan juga setelah pernikahan. Bimbingan terus dilakukan. Maksimal sepuluh kali. “Makanya ada konseling dan pendampingan bagi keluarga sakinah. Terutama pernikahan di bawah umur. Kami dampingi agar keluarga mereka harmonis,” lanjutnya.
Sementara itu, Sudihartono, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kantor Kementerian Agama (Kemenag), menjelaskan, pernikahan itu merupakan proses panjang bagi kehidupan. Karena itu, tidak sekadar suka sama suka lalu menikah. Melainkan bagaimana menatap masa depan bersama pasangannya.
“Makanya, bimbingan ini untuk mengenali lebih dini atau lebih awal dalam berumah tangga. Bukan hanya materi saja, tetapi ada tes untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis. Kami mengarahkan agar mereka bisa mengenali risiko-risiko dan menghindarinya,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri