alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Calon Pengantin di Lumajang Dapat Swab Gratis, Begini Caranya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tes usap atau swab tidak hanya menjadi syarat melakukan perjalanan luar kota. Kini, tes tersebut juga berlaku dalam kegiatan pernikahan. Tidak hanya kedua calon pengantin (catin), kedua saksi dan wali juga diwajibkan tes swab terlebih dahulu. Sebab, jika hasilnya positif, pernikahan bisa ditunda atau dibatalkan.

Hal tersebut mulai berlaku selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat atau level empat. Catatan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, ada 322 pasangan catin yang sudah mendaftar. Mereka diwajibkan menunjukkan hasil swab test negatif sebelum melakukan akad.

“Memang aturan baru dari pusat menerangkan harus menyertakan hasil swab negatif untuk lima orang. Mereka yang hendak menikah sudah terdata ke kami secara online sebelum pemberlakuan PPKM. Meski begitu, jika dilaksanakan selama PPKM boleh saja. Dengan tetap mematuhi prokes dan wajib menunjukkan tes swab negatif,” kata Sudihartono, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, separuh catin memilih menunda pernikahan. Sebab, mereka tidak berkenan mengikuti tes swab. Alasannya, jika hasil swab positif, mereka harus menjalani isolasi mandiri. Hal itu bisa menunda prosesi pernikahan. “Alasan lainnya, mereka harus keluar biaya lagi untuk tes swab. Sedangkan, biaya kebutuhan lainnya sangat besar. Selama PPKM saja, pernikahan banyak digelar di rumah. Itu membutuhkan biaya Rp 600 ribu. Belum yang lainnya,” tambahnya.

Oleh sebab itu, mereka memilih menunda pernikahan. Mereka menunggu PPKM selesai. Memang, awalnya PPKM darurat hanya berlaku mulai tanggal 3-20 Juli. Namun, ternyata PPKM masih diperpanjang hingga awal bulan Agustus. Banyak masyarakat kecele. Mereka kecewa pemberlakuan ini masih terus diperpanjang. Padahal, persiapan dari kedua keluarga catin sudah selesai.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tes usap atau swab tidak hanya menjadi syarat melakukan perjalanan luar kota. Kini, tes tersebut juga berlaku dalam kegiatan pernikahan. Tidak hanya kedua calon pengantin (catin), kedua saksi dan wali juga diwajibkan tes swab terlebih dahulu. Sebab, jika hasilnya positif, pernikahan bisa ditunda atau dibatalkan.

Hal tersebut mulai berlaku selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat atau level empat. Catatan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, ada 322 pasangan catin yang sudah mendaftar. Mereka diwajibkan menunjukkan hasil swab test negatif sebelum melakukan akad.

“Memang aturan baru dari pusat menerangkan harus menyertakan hasil swab negatif untuk lima orang. Mereka yang hendak menikah sudah terdata ke kami secara online sebelum pemberlakuan PPKM. Meski begitu, jika dilaksanakan selama PPKM boleh saja. Dengan tetap mematuhi prokes dan wajib menunjukkan tes swab negatif,” kata Sudihartono, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Lumajang.

Namun, separuh catin memilih menunda pernikahan. Sebab, mereka tidak berkenan mengikuti tes swab. Alasannya, jika hasil swab positif, mereka harus menjalani isolasi mandiri. Hal itu bisa menunda prosesi pernikahan. “Alasan lainnya, mereka harus keluar biaya lagi untuk tes swab. Sedangkan, biaya kebutuhan lainnya sangat besar. Selama PPKM saja, pernikahan banyak digelar di rumah. Itu membutuhkan biaya Rp 600 ribu. Belum yang lainnya,” tambahnya.

Oleh sebab itu, mereka memilih menunda pernikahan. Mereka menunggu PPKM selesai. Memang, awalnya PPKM darurat hanya berlaku mulai tanggal 3-20 Juli. Namun, ternyata PPKM masih diperpanjang hingga awal bulan Agustus. Banyak masyarakat kecele. Mereka kecewa pemberlakuan ini masih terus diperpanjang. Padahal, persiapan dari kedua keluarga catin sudah selesai.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tes usap atau swab tidak hanya menjadi syarat melakukan perjalanan luar kota. Kini, tes tersebut juga berlaku dalam kegiatan pernikahan. Tidak hanya kedua calon pengantin (catin), kedua saksi dan wali juga diwajibkan tes swab terlebih dahulu. Sebab, jika hasilnya positif, pernikahan bisa ditunda atau dibatalkan.

Hal tersebut mulai berlaku selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat atau level empat. Catatan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, ada 322 pasangan catin yang sudah mendaftar. Mereka diwajibkan menunjukkan hasil swab test negatif sebelum melakukan akad.

“Memang aturan baru dari pusat menerangkan harus menyertakan hasil swab negatif untuk lima orang. Mereka yang hendak menikah sudah terdata ke kami secara online sebelum pemberlakuan PPKM. Meski begitu, jika dilaksanakan selama PPKM boleh saja. Dengan tetap mematuhi prokes dan wajib menunjukkan tes swab negatif,” kata Sudihartono, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Lumajang.

Namun, separuh catin memilih menunda pernikahan. Sebab, mereka tidak berkenan mengikuti tes swab. Alasannya, jika hasil swab positif, mereka harus menjalani isolasi mandiri. Hal itu bisa menunda prosesi pernikahan. “Alasan lainnya, mereka harus keluar biaya lagi untuk tes swab. Sedangkan, biaya kebutuhan lainnya sangat besar. Selama PPKM saja, pernikahan banyak digelar di rumah. Itu membutuhkan biaya Rp 600 ribu. Belum yang lainnya,” tambahnya.

Oleh sebab itu, mereka memilih menunda pernikahan. Mereka menunggu PPKM selesai. Memang, awalnya PPKM darurat hanya berlaku mulai tanggal 3-20 Juli. Namun, ternyata PPKM masih diperpanjang hingga awal bulan Agustus. Banyak masyarakat kecele. Mereka kecewa pemberlakuan ini masih terus diperpanjang. Padahal, persiapan dari kedua keluarga catin sudah selesai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/