alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Vaksinasi Anak Kuncinya dari Dukungan Orang Tua

Masih Banyak Orang Tua yang Tak Merestui

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDVaksin Covid-19 untuk anak telah dilakukan di beberapa sekolah. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak memberikan restu kepada anaknya untuk divaksin. Petugas pun punya banyak cara agar pelajar tidak takut jarum suntik.

Pagi kemarin (2/2), suasana SDN Tegal Besar 1, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember sedikit berbeda dari biasanya. Sejumlah petugas medis dari Puskesmas Kaliwates, anggota TNI, hingga polisi juga ada di sana. Ya, para pelajar di sekolah itu juga menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Walau mereka berani, tapi juga ada yang memilih menutup mata untuk tidak melihat jarum suntik.

Bahkan, petugas TNI dan nakes juga kerap kali menghibur pelajar SD yang akan menerima suntikan vaksin. Tak sedikit juga melambaikan tangan di telinga dengan memajang wajah menghibur. “Lihat sini saja, gak apa-apa,” ucap anggota TNI yang menghibur dengan melambaikan tangan itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau vaksin Covid-19 untuk anak sudah dimulai, sayangnya tidak sedikit wali murid yang tak memberikan izin kepada anaknya. Kepala UPTD Puskesmas Kaliwates dr Sri Isna Amelia mengatakan, vaksin Covid-19 yang diberikan untuk anak adalah Sinovac. Vaksin Covid-19 tersebut lebih aman untuk anak-anak pada usia 6-11 tahun. “Efek sampingnya tidak begitu berat,” terangnya.

Diakuinya, salah satu kendala vaksinasi terhadap anak adalah tentang izin dari orang tua. “Sebenarnya untuk izin dari orang tua itu tidak perlu. Tapi, kalau orang tua tidak memberikan izin, maka otomatis tidak diantar sekolah,” paparnya. Menurut aturan Kementerian Kesehatan, sejatinya vaksinasi pada anak tidak perlu memakai surat izin.

Karena terkendala izin, akhirnya anak tidak diantarkan sekolah. Dampaknya target vaksin di sekolah tidak sampai seratus persen. Pada SDN Tegal Besar 1 yang jumlah siswanya mencapai sekitar 170-an, yang divaksin hanya 78 siswa. “Masih dapat 70-an peserta untuk vaksin anak,” ucap dr Isna saat vaksinasi masih berlangsung.

Kendala tidak restu dari orang tua juga terjadi di sekolah sebelumnya. “Di SDN Kebon Agung juga sama, kendalanya tidak diberi izin orang tua. Tapi, juga banyak anak di sana vaksin di luar sekolah,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDVaksin Covid-19 untuk anak telah dilakukan di beberapa sekolah. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak memberikan restu kepada anaknya untuk divaksin. Petugas pun punya banyak cara agar pelajar tidak takut jarum suntik.

Pagi kemarin (2/2), suasana SDN Tegal Besar 1, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember sedikit berbeda dari biasanya. Sejumlah petugas medis dari Puskesmas Kaliwates, anggota TNI, hingga polisi juga ada di sana. Ya, para pelajar di sekolah itu juga menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Walau mereka berani, tapi juga ada yang memilih menutup mata untuk tidak melihat jarum suntik.

Bahkan, petugas TNI dan nakes juga kerap kali menghibur pelajar SD yang akan menerima suntikan vaksin. Tak sedikit juga melambaikan tangan di telinga dengan memajang wajah menghibur. “Lihat sini saja, gak apa-apa,” ucap anggota TNI yang menghibur dengan melambaikan tangan itu.

Walau vaksin Covid-19 untuk anak sudah dimulai, sayangnya tidak sedikit wali murid yang tak memberikan izin kepada anaknya. Kepala UPTD Puskesmas Kaliwates dr Sri Isna Amelia mengatakan, vaksin Covid-19 yang diberikan untuk anak adalah Sinovac. Vaksin Covid-19 tersebut lebih aman untuk anak-anak pada usia 6-11 tahun. “Efek sampingnya tidak begitu berat,” terangnya.

Diakuinya, salah satu kendala vaksinasi terhadap anak adalah tentang izin dari orang tua. “Sebenarnya untuk izin dari orang tua itu tidak perlu. Tapi, kalau orang tua tidak memberikan izin, maka otomatis tidak diantar sekolah,” paparnya. Menurut aturan Kementerian Kesehatan, sejatinya vaksinasi pada anak tidak perlu memakai surat izin.

Karena terkendala izin, akhirnya anak tidak diantarkan sekolah. Dampaknya target vaksin di sekolah tidak sampai seratus persen. Pada SDN Tegal Besar 1 yang jumlah siswanya mencapai sekitar 170-an, yang divaksin hanya 78 siswa. “Masih dapat 70-an peserta untuk vaksin anak,” ucap dr Isna saat vaksinasi masih berlangsung.

Kendala tidak restu dari orang tua juga terjadi di sekolah sebelumnya. “Di SDN Kebon Agung juga sama, kendalanya tidak diberi izin orang tua. Tapi, juga banyak anak di sana vaksin di luar sekolah,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.IDVaksin Covid-19 untuk anak telah dilakukan di beberapa sekolah. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak memberikan restu kepada anaknya untuk divaksin. Petugas pun punya banyak cara agar pelajar tidak takut jarum suntik.

Pagi kemarin (2/2), suasana SDN Tegal Besar 1, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember sedikit berbeda dari biasanya. Sejumlah petugas medis dari Puskesmas Kaliwates, anggota TNI, hingga polisi juga ada di sana. Ya, para pelajar di sekolah itu juga menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Walau mereka berani, tapi juga ada yang memilih menutup mata untuk tidak melihat jarum suntik.

Bahkan, petugas TNI dan nakes juga kerap kali menghibur pelajar SD yang akan menerima suntikan vaksin. Tak sedikit juga melambaikan tangan di telinga dengan memajang wajah menghibur. “Lihat sini saja, gak apa-apa,” ucap anggota TNI yang menghibur dengan melambaikan tangan itu.

Walau vaksin Covid-19 untuk anak sudah dimulai, sayangnya tidak sedikit wali murid yang tak memberikan izin kepada anaknya. Kepala UPTD Puskesmas Kaliwates dr Sri Isna Amelia mengatakan, vaksin Covid-19 yang diberikan untuk anak adalah Sinovac. Vaksin Covid-19 tersebut lebih aman untuk anak-anak pada usia 6-11 tahun. “Efek sampingnya tidak begitu berat,” terangnya.

Diakuinya, salah satu kendala vaksinasi terhadap anak adalah tentang izin dari orang tua. “Sebenarnya untuk izin dari orang tua itu tidak perlu. Tapi, kalau orang tua tidak memberikan izin, maka otomatis tidak diantar sekolah,” paparnya. Menurut aturan Kementerian Kesehatan, sejatinya vaksinasi pada anak tidak perlu memakai surat izin.

Karena terkendala izin, akhirnya anak tidak diantarkan sekolah. Dampaknya target vaksin di sekolah tidak sampai seratus persen. Pada SDN Tegal Besar 1 yang jumlah siswanya mencapai sekitar 170-an, yang divaksin hanya 78 siswa. “Masih dapat 70-an peserta untuk vaksin anak,” ucap dr Isna saat vaksinasi masih berlangsung.

Kendala tidak restu dari orang tua juga terjadi di sekolah sebelumnya. “Di SDN Kebon Agung juga sama, kendalanya tidak diberi izin orang tua. Tapi, juga banyak anak di sana vaksin di luar sekolah,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/