alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ternyata Ratusan SD di Jember Masih Tidak Punya Kepala Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini masih banyak sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah (kepsek) berstatus pelaksana tugas (Plt). Sebab, memang belum ada pelantikan untuk kepsek definitif. Padahal, rangkaian seleksi telah dilakukan Desember lalu. Dengan demikian, Januari ini calon kepsek tersebut diharapkan bisa segera dilantik.

Data yang dihimpun oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember, setidaknya terdapat 280 SD yang dipimpin oleh Plt. Sedangkan yang tersaring menjadi calon kepsek sebanyak 130 orang. Ini artinya, untuk 2022 ini masih tersisa 150 SD yang belum memiliki calon kepsek definitif.

Kondisi berbeda terjadi di tingkat SMP. Dari 52 SMP yang mengalami kekosongan, calon kepseknya mencapai 132 orang. Dengan kata lain, ada kelebihan sebanyak 80 orang. “Berdasarkan informasi teman-teman, kelebihan 80 itu mau ditempatkan di SD untuk menutup kekurangan calon kepsek. Itu pun jika dikalkulasi masih kurang 70 SD yang belum memiliki calon kepsek,” kata Supriyono, Ketua PGRI Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, jika calon kepsek itu tidak segera dilantik, maka akan memengaruhi penganggaran sekolah. Termasuk perencanaan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sebab, perencanaan alokasi BOS itu ditentukan oleh kepsek untuk merealisasikan program dan target sekolah dalam jangka waktu tertentu. “Dana BOS tetap cair. Tapi, yang tahu program dan alokasi dana BOS ya kepsek definitif,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, percepatan pelantikan tersebut juga akan membuat sekolah lebih dinamis, karena telah memiliki kepala sekolah definitif. Apalagi saat ini semua sekolah dihadapkan dengan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Terlebih, syarat dan mekanismenya berbeda dengan persiapan PTM tahun sebelumnya. “Jadi, kepala sekolah harus betul-betul mempersiapkan,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini masih banyak sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah (kepsek) berstatus pelaksana tugas (Plt). Sebab, memang belum ada pelantikan untuk kepsek definitif. Padahal, rangkaian seleksi telah dilakukan Desember lalu. Dengan demikian, Januari ini calon kepsek tersebut diharapkan bisa segera dilantik.

Data yang dihimpun oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember, setidaknya terdapat 280 SD yang dipimpin oleh Plt. Sedangkan yang tersaring menjadi calon kepsek sebanyak 130 orang. Ini artinya, untuk 2022 ini masih tersisa 150 SD yang belum memiliki calon kepsek definitif.

Kondisi berbeda terjadi di tingkat SMP. Dari 52 SMP yang mengalami kekosongan, calon kepseknya mencapai 132 orang. Dengan kata lain, ada kelebihan sebanyak 80 orang. “Berdasarkan informasi teman-teman, kelebihan 80 itu mau ditempatkan di SD untuk menutup kekurangan calon kepsek. Itu pun jika dikalkulasi masih kurang 70 SD yang belum memiliki calon kepsek,” kata Supriyono, Ketua PGRI Jember.

Menurut dia, jika calon kepsek itu tidak segera dilantik, maka akan memengaruhi penganggaran sekolah. Termasuk perencanaan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sebab, perencanaan alokasi BOS itu ditentukan oleh kepsek untuk merealisasikan program dan target sekolah dalam jangka waktu tertentu. “Dana BOS tetap cair. Tapi, yang tahu program dan alokasi dana BOS ya kepsek definitif,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, percepatan pelantikan tersebut juga akan membuat sekolah lebih dinamis, karena telah memiliki kepala sekolah definitif. Apalagi saat ini semua sekolah dihadapkan dengan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Terlebih, syarat dan mekanismenya berbeda dengan persiapan PTM tahun sebelumnya. “Jadi, kepala sekolah harus betul-betul mempersiapkan,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini masih banyak sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah (kepsek) berstatus pelaksana tugas (Plt). Sebab, memang belum ada pelantikan untuk kepsek definitif. Padahal, rangkaian seleksi telah dilakukan Desember lalu. Dengan demikian, Januari ini calon kepsek tersebut diharapkan bisa segera dilantik.

Data yang dihimpun oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember, setidaknya terdapat 280 SD yang dipimpin oleh Plt. Sedangkan yang tersaring menjadi calon kepsek sebanyak 130 orang. Ini artinya, untuk 2022 ini masih tersisa 150 SD yang belum memiliki calon kepsek definitif.

Kondisi berbeda terjadi di tingkat SMP. Dari 52 SMP yang mengalami kekosongan, calon kepseknya mencapai 132 orang. Dengan kata lain, ada kelebihan sebanyak 80 orang. “Berdasarkan informasi teman-teman, kelebihan 80 itu mau ditempatkan di SD untuk menutup kekurangan calon kepsek. Itu pun jika dikalkulasi masih kurang 70 SD yang belum memiliki calon kepsek,” kata Supriyono, Ketua PGRI Jember.

Menurut dia, jika calon kepsek itu tidak segera dilantik, maka akan memengaruhi penganggaran sekolah. Termasuk perencanaan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sebab, perencanaan alokasi BOS itu ditentukan oleh kepsek untuk merealisasikan program dan target sekolah dalam jangka waktu tertentu. “Dana BOS tetap cair. Tapi, yang tahu program dan alokasi dana BOS ya kepsek definitif,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, percepatan pelantikan tersebut juga akan membuat sekolah lebih dinamis, karena telah memiliki kepala sekolah definitif. Apalagi saat ini semua sekolah dihadapkan dengan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Terlebih, syarat dan mekanismenya berbeda dengan persiapan PTM tahun sebelumnya. “Jadi, kepala sekolah harus betul-betul mempersiapkan,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/