Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Durian Bakar Pakusari Terinspirasi dari Sajian Durian Thailand

Maulana Ijal • Minggu, 7 November 2021 | 16:50 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Sajian durian bakar ini cukup langka. Di Jember, dapat dijumpai di Rumah Durian Bakar Mbak Ika. Stannya berada di kawasan Pakusari. Letaknya di sebelah kiri jalan dari arah kota. Tidak jauh dari SMAN 1 Pakusari. Kira-kira 20 menit jika ditempuh dari arah kota.
Photo
Photo


Pemilik rumah durian bakar ini adalah Ika Yuli Astutik. Perempuan 36 tahun ini telah menjalani bisnis dagang durian sejak 2018 lalu. Ika berjualan hanya saat musim durian, yaitu mulai bulan September hingga bulan Maret. “Hanya buka saat musim durian saja,” kata Ika.

Ide untuk memunculkan varian menu durian bakar terinspirasi dari unggahan di akun media sosial warga Thailand yang sedang menyajikan durian bakar. Ika pun mulai mencoba membakar durian yang dia jual. Proses untuk membakarnya cukup lama. Satu kali bakar membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam.

Berdasarkan eksperimennya, makin gosong kulit permukaan durian maka cita rasa yang dihasilkan makin maknyus. Awalnya dia hanya mengonsumsi sendiri bersama keluarganya. Namun, karena semua keluarganya saat itu menyukai sajian durian bakar, maka Ika pun memutuskan untuk mulai menjual durian bakar. “Tiba-tiba suami bikin banner kecil durian bakar. Ya wis, mulai itu, mulai jualan durian bakar,” kata Ika.

Ika pun menyiapkan tungku untuk membakar durian di bagian depan kedainya. Menurut dia, inilah yang membuat daya tarik pembeli untuk berkunjung ke kedainya. Di hari pertama, pengunjung pun sempat membeludak. Kendaraan para pengunjung pun berjajar di sepanjang jalan raya Pakusari.

Pembeli banyak berdatangan hingga pelayanannya saat itu kewalahan. Apalagi proses membakar satu durian membutuhkan waktu yang cukup lama. Pengunjung pun harus rela mengantre untuk mendapatkan durian bakar khas.

Hingga saat ini, peminat durian bakar tetap banyak. Untuk mempercepat sajiannya, Ika mengubah cara membakarnya, yaitu semula memakai tungku, kini memakai kompor gas.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Maulana Ijal
#Kuliner