Di ruangan dengan lebar kurang lebih 3 meter itu, sejumlah siswa yang memiliki suara merdu memulai karirnya menjadi kreator konten. Berawal dari ketidaksengajaan membuat konten bernyanyi, kini mereka dikenal banyak orang.
SIANG itu, masih di tempat yang sama, di sebuah ruangan yang memiliki lebar 3 meter, seorang guru mengarahkan beberapa siswanya untuk membuat konten bernyanyi. Dengan penuh keceriaan masing-masing siswa sudah berbaris memanjang ke belakang. Bersiap-siap melantunkan baik-bait lagu untuk konten di Instagram dan Tiktok mereka.
Setelah semua siap, terdengar irama musik, satu per satu siswa bernyanyi bergantian. Seluruh orang yang ada di ruangan kecil itu seketika terhipnotis dengan suara emas dari setiap siswa itu. Ternyata benar, suara yang terdengar di media sosial sama persis dengan suara asli mereka.
Cinta, salah satu siswa dari grup bernyanyi tersebut, menyampaikan, awal mula mereka membuat konten bernyanyi karena terinspirasi dari konten di Tiktok. Kemudian, dia sampaikan kepada gurunya, dan akhirnya dibuatlah konten bernyanyi tersebut.
Dalam perekrutan anggota tidak ada seleksi. Cinta menyebut, dirinya dan gurunya hanya mengajak siswa yang memang mau dan memiliki bakat dalam bernyanyi. “Jadi, kami bukan berasal dari grup vokal. Ya, waktu itu langsung mengajak teman-teman yang bisa bernyanyi dan memiliki talenta,” jelas Cinta, yang merupakan siswa kelas 12 saat ini.
Sementara itu, guru pendamping mereka, Mahmud Ali Zain, mengaku senang dan tidak menyangka konten yang mereka buat bisa viral. Di awal pembuatan konten, Mahmud mengatakan, tidak ada target khusus untuk viral. “Benar-benar di luar ekspektasi kami. Pertama kali viral itu saya sampai panas dingin, bingung harus seperti apa,” ucapnya ketika diwawancarai.
Saat ini akun Instagram SMK 1 Pancasila Ambulu sudah tembus 40,6 ribu pengikut. Video bernyanyi estafet yang viral tersebut pun sudah tembus puluhan ribu like. Tidak hanya itu, beberapa konten video mereka juga di-repost oleh artis ternama, seperti Ashanti. “Alhamdulillah banyak yang di-repost oleh penyanyi aslinya. Kami gak nyangka,” tambahnya lagi.
Viralnya video yang mereka buat tentu turut memviralkan sekolah mereka. Untuk itu, dengan kesempatan yang ada tersebut, Mahmud selaku guru dan pembimbing dari grup tersebut terus konsisten memberikan konten yang menarik untuk masyarakat.
Dirinya juga sangat bersyukur, pihak sekolah mendukung penuh karya mereka. Dukungan itu bisa terlihat dari fasilitas yang cukup lengkap dalam membuat konten. “Alhamdulillah, support dari sekolah kepada kami sangat penuh. Jadi, atas support itu kami harus memberikan yang terbaik untuk sekolah kami tercinta ini,” pungkasnya. (c2/nur)
Editor : Radar Digital