Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PERISET PESANTREN (4): Babak Baru Kajian Kontemporer Pesantren

Imron Hidayatullahh • Jumat, 10 Juli 2026 | 05:48 WIB
“Dalam kondisi darurat, penggunaan vaksin dibolehkan demi melindungi jiwa dan mewujudkan kemaslahatan masyarakat. Ketua MUI Jatim, Prof Abd. Halim Soebahar.
“Dalam kondisi darurat, penggunaan vaksin dibolehkan demi melindungi jiwa dan mewujudkan kemaslahatan masyarakat. Ketua MUI Jatim, Prof Abd. Halim Soebahar.

Oleh: Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA. 1)

PADA masa pengembangan sebagaimana diuraikan pada Periset Pesantren (3), periset pesantren dari perguruan tinggi dalam negeri, antara lain dikenal nama Mastuhu, M. Ridlwan Nasir, dan M. Bahri Ghazali.

Disertasi Mastuhu (1989) mengkaji tentang Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren (Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, Bogor: Disertasi Doktor di Institut Pertanian Bogor, 1989).

Dengan kajian multi-site studies, Mastuhu meneliti enam pesantren sebagai obyek studinya, yaitu: Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi, Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran Lamongan, dan Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo.

Baca Juga: Periset Pesantren: Jejak Sejarah sejak Wali Sanga

Mastuhu berusaha memaparkan unsur-unsur yang terdapat dalam sistem pendidikan pesantren dan mengungkap tentang nilai-nilai luhur yang dikandung dalam unsur-unsur tersebut; mana di antaranya yang perlu dikembangkan, dipertahankan, diubah, dan disempurnakan atau diperbaiki lebih dahulu sebelum dikembangkan dalam sistem pendidikan nasional.

M. Ridlwan Nasir (1995) mempersembahkan disertasi tentang Dinamika Sistem Pendidikan: Studi di Pondok-pondok Pesantren Kabupaten Jombang Jawa Timur (Yogyakarta: Disertasi IAIN Sunan Kalijaga,1995).

Berbeda dengan karya Mastuhu, Nasir melakukan kajian secara multi-case studies terhadap enam pesantren sebagai obyek studinya, yakni: Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Pesantren Darul Ulum Rejoso Paterongan Jombang, Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang. Nasir berusaha memaparkan terjadinya dinamika sistem pendidikan pondok pesantren (sorogan dan wetonan), sistem madrasah, dan sistem sekolah umum.

M. Bahri Ghazali (1995) berhasil mempersembahkan disertasi Pengembangan Lingkungan Hidup dalam Masyarakat: Studi Kasus Pondok Pesantren An-Nuqayah dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di Guluk-Guluk Sumenep Madura (Yogyakarta, Disertasi IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1995).

Baca Juga: Periset Pesantren (2) Perspektif Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA.

Disertasi ini menjadi riset pesantren yang pertama tentang lingkungan hidup. Dan, memilih Pondok Pesanntrren An-Nuqayah adalah pilihan tepat, karena pada tahun 1978 pesantren ini mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Presiden karena berhasil membuat Pompa Hidran yang mampu mengairi lahan sawah seluas sekitar 3000 hektare. Lingkungan An-Nuqayah yang semula mengalami gersang dan kekeringan, sedikit demi sedikit teratasi.

Selain beberapa karya disertasi tersebut, karya penelitian dan isu-isu pesantren kontemporer penting dikemukakan. Sukamto (1992) mem-publish karya riset Kepemimpinan Kiai dalam Pesantren: Kasus Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang Yogyakarta: Tesis S2 UGM, 1992). Imron Arifin (1993) memublikasi karya riset Kepemimpinan Kyai: Kasus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (Malang: Kalimasahada Press, 1993).

Selain itu, isu-isu kontemporer tentang pesantren bisa ditemukan dalam karya: Abdurrahman Wahid ([1]Abdurrahman Wahid, Bunga Rampai Pesantren, Jakarta: CV. Dharma Bhakti Jakarta, 1978   dan Abdurrahman Wahid, Menggerakkan Tradisi: Esai-esai Pesantren), M. Dawam Rahardjo (M. Dawam Rahardjo, ed., Pergulatan Dunia Pesantren: Membangun Dari Bawah, Jakarta, P3M, 1985), Manfred Oepen dan Karcher Wolfgang (Manfred Oepen dan Karcher Wolfgang, The Impact of Pesantren: Pesantren in Education and Community Development in Indonesia Jakarta, P3M, 1988), Martin van Bruinessen Martin van Bruinessen, Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat, Bandung. P3M, 1995) dan karya Nurcholish Madjid tentang Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta. Paramadina, 1997).

Sejumlah karya riset pesantren pada masa pengembangan menjadi referensi berbagai kajian kepesantrenan, karena kajiannya mendalam dan komprehensif sesuai perspektif keilmuan masing-masing, seperti Dhofier dari perspektif sosiologi-antropologi, Steenbrink dari perspektif historis, Horikoshi dari perspektif antropologi, Ziemek dari perspektif sosiologi, Mansurnoor dari perspektif studi Islam, dan Mastuhu dari perspektif sosiologi pendidikan.

Baca Juga: Periset Pesantren (2)

Karya riset pesantren masa perintisan dan masa pengembangan ternyata terus dikembangkan para periset pesantren sesudahnya, yakni pada masa reformasi, berseiring dengan gairah periset pesantren yang semakin tinggi dan mulai banyaknya program doktoral yang meminati riset pesantren.

Selanjutnya, bagaimana Riset Pesantren Masa Reformasi. Masa reformasi, secara yuridis ditandai dengan Amandemen UUD 1945, pasal 31, yang kemudian berimplikasi dengan diundangkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional menjadi tonggak pengakuan pemerintah terhadap pesantren.

Sesudah itu dijabarkan lebih lanjut dalam  Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, dan Peraturan Menteri Agama No. 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, serta Peraturan Menteri Agama No. 71 Tahun 2015 tentang Ma’had Aly. Kekuatan payung hukum keberadaan pesantren menumbuh-kembangkan kelembagaan pesantren dan karya riset pesantren yang mampu menjawab pertanyaan peran pesantren merespons perubahan zaman, perubahan kebijakan dan perubahan harapan masyarakat.

Baca Juga: PERISET PESANTREN (3)

Pada masa reformasi ini, karya riset pesantren semakin banyak. Beberapa nama periset pesantren pada masa reformasi awal antara lain: Abd. Halim Soebahar, Moh. Ali Aziz, Achmad Patoni, Azmil Tayeb dan Ali Anwar.

Abd. Halim Soebahar mempersembahkan karya  disertasi tentang Pondok Pesantren di Madura: Studi tentang Proses Transformasi Kepemimpinan Akhir Abad XX yang kemudian di-publish dengan judul Modernisasi Pesantren: Studi Transformasi Kepemimpinan Kiai dan Sistem Pendidikan Pesantren, (Yogyakarta: LKiS, 2013).

Dengan kajian multi-site studies, Soebahar  meneliti lima pesantren, yakni: Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Pesantren At-Taroqqi Sampang, Pesantren Banyuanyar Pamekasan, Pesantren An-Nuqayyah Guluk-Guluk Sumenep, dan Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep. Soebahar mengkaji proses transformasi kepemimpinan pondok pesantren dari: kompetensi kepemimpinan, pengaruhnya terhadap inovasi sistem pendidikan pesantren, dan mengapa terjadi proses transformasi di pesantren.

*) Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa Jember; Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Guru Besar Pendidikan Islam UIN KHAS Jember.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Perspektif #Prof Halim #Pesantren