JEMBER, RADARJEMBER.ID- Seorang pemilik bengkel tambal di Jember terluka akibat tabung kompresor meledak hingga hancur. Suara letusan di bengkel Babe Karman Jalan Teuku Umar, depan Perumahan Sumberbendo Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates ini, terjadi sekitar pukul 10.00, Jumat (23/6).
Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri mengatakan, peristiwa yang sempat mengagetkan warga di sekitar lokasi ini, bermula saat korban, Sukarman, datang pagi hari untuk bersih-bersih dan mempersiapkan pembukaan bengkelnya itu.
Seusai membuka, lelaki 54 tahun warga Jalan Teuku Umar Gang IV/113 RT 1 RW 5, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari ini, menghidupkan mesin kompresor angin. Tak berselang lama, angin di dalam kompresor penuh. Ini bisa diketahui dari jarum indikator yang berada di garis atas.
Karena dianggap terlalu penuh, kala itu korban membuang angin dari kompresor. Tak ada kendala dalam proses ini. Namun, belum sampai mematikan mesin diesel, tabung kompresor tiba-tiba meledak dengan kondisi mesin masih hidup.
Ledakan tersebut mengakibatkan tabung kompresor hancur berkeping-keping. Di saat bersamaan, serpihan logam mengenai kakinya hingga terluka. Beruntung, korban masih mampu menguasai keadaan. Ia berhasil mematikan mesin diesel itu.
Saat meledak, posisi korban berada di samping kiri kompresor. Jaraknya kurang lebih satu meter. Korban terluka karena terkena serpihan. Dan kendaraannya yang terparkir tak jauh dari lokasi rusak ringan.
Baca Juga: Bahaya! Wisatawan Pantai Payangan Cuekin Papan Larangan & Imbauan Relawan
“Atap bengkel berbahan seng dan dinding yang terbuat dari anyaman bambu juga rusak ringan,” terang M Zaenuri kepada Jawa Pos Radar Jember, melalui keterangan tertulis.
Polisi yang mendapat laporan itu segera mendatangi lokasi. Aparat menyelidiki insiden ini. Dugaan sementara, tak ada unsur kesengajaan atau sabotage. Mesin kompresor berkapasitas 8 PK tersebut ditengarai sudah uzur, termakan oleh usia.
“Mesin kompresor itu sudah dipakai oleh korban kurang lebih 20 tahun belakangan. Selama pemakaian juga tak pernah rusak. Berdasarkan perhitungan, korban ditaksir rugi hingga Rp 5 juta,” jelasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih
Editor : Radar Digital