Pemandangan seperti ini terlihat di SDN Badean 01, Kecamatan Bangsalsari, Jember. Di sekolah tersebut, ada beberapa siswa yang masih ditunggui orang tuanya. Sejak masuk jam pertama hingga pulang sekolah, mereka ogah ditinggal ibunya. Padahal, selama sebulan terakhir mereka telah mengikuti pembelajaran di kelas itu.
Setidaknya ada tiga ibu yang menemani buah hatinya di sekolah. Mereka ikut mendampingi dengan berdiri dan duduk jongkok di sebelah anaknya. “Yang terpenting anak-anak itu mau mengikuti pembelajaran meski harus ditunggui orang tuanya,” ujar Bahariyanto, Kepala SDN Badean 01.
Menurutnya, kondisi di SDN Badean 01 memang berbeda. Karena sekolah ini berada di desa dataran tinggi kawasan kaki pegunungan Argopuro. Apalagi, siswa yang sekolah di sana tidak semuanya berasal dari sekolah TK. Ada juga yang belum pernah sekolah dan langsung duduk di kelas satu.
“Jadi, guru di sini sudah terbiasa. Mereka tidak merasa terganggu meski ada orang tua siswa di ruang kelas. Nanti, setelah anaknya bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman-temannya, baru akan ditinggal,” katanya.
Ternyata, pemandangan serupa tak hanya terjadi di SDN Badean O1, di sekolah lain di Desa Badean juga ada yang sama. Seperti di SDN Badean 03. Di sekolah ini, juga ada ibu yang menemani anak kembarnya belajar di ruang kelas. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal