PUGER, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan seruan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bertujuan mendegradasi kinerja pemerintah.
Dalam banyak kesempatan, ia kerap menegaskan bahwa kritik terhadap jalannya pemerintahan merupakan hal lumrah dalam iklim demokrasi, asalkan tidak bergeser menjadi ujaran kebencian atau caci maki.
Baca Juga: Kepemimpinan Kolaboratif Kabiro Adpim Setdaprov Jatim Diganjar Penghargaan Radar Jember Award 2026
"Kita tidak punya budaya mencaci maki pemimpin kita, mungkin kita tidak cocok dengan kebijakannya, kita boleh mengkritik, memberi masukan. Tapi kita tidak harus mencaci maki," katanya, saat kesempatan Pro Guse Update, di Pantai Pancer, Puger, (16/8).
Lebih jauh, mantan anggota DPRD Jatim dua periode itu menyatakan, pemerintah, termasuk daerah, tidak pernah menutup pintu terhadap masukan publik. Evaluasi serta kritik konstruktif dinilai penting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Baca Juga: Gus Fawait Buka Suara! Pemkab Jember Siap Kawal Ribuan PPPK Bertransisi Menjadi PNS
Ia mengkhawatirkan adanya pihak-pihak yang terindikasi melakukan propaganda di ruang digital dengan tendensi menjatuhkan citra pemerintah. Ia meminta masyarakat, termasuk anak-anak muda untuk berhati-hati.
Ia mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pemimpin di republik ini unjuk kerja. Ia juga mempersilahkan masyarakat untuk mengkritik jika dirasa tidak cocok.
"Sekali lagi, pemerintah terbuka terhadap kritik, bukan caci maki yang memecah belah. Boleh kita berbeda, baik dalam pilpres maupun pilkada, tetapi jangan sampai saudara-saudara, perbedaan itu menjadi celah kita menjadi terpecah belah," imbuh Politisi Partai Gerindra itu.
Editor : M. Ainul Budi