Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jember Dikepung Kekeringan, Baret Rescue Sindir Amunisi BPBD yang Pas-pasan - Radar Jember

Maulana RJ
Penulis: Maulana RJ❯
Dropping air bersih untuk warga terdampak kekeringan yang melanda daerah perkotaan Jember, tepatnya di RT 04, RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember, (26/8). (Dok. BPBD)
Dropping air bersih untuk warga terdampak kekeringan yang melanda daerah perkotaan Jember, tepatnya di RT 04, RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember, (26/8). (Dok. BPBD)

Advertisement

SUMBERSARI, Radar Jember - Dampak kekeringan akibat fenomena El Nino di Jember tak lagi sekadar mengintai kawasan pelosok pedesaan, tetapi sudah mulai mengepung hingga ke jantung wilayah perkotaan. Di tengah situasi darurat ini, porsi alokasi anggaran penanganan kebencanaan dianggap cukup krusial.

Dari informasi yang dihimpun, anggaran di sejumlah OPD memang mengalami penyesuaian alias efisiensi. BPBD Jember misalnya, pada tahun 2024 sempat tercatat sebesar Rp13 miliar dan tahun 2025 meningkat menjadi Rp14 miliar. Namun, tahun 2026 ini menyusut menjadi sekitar Rp7,5 miliar.

​Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember sekaligus Ketua Organisasi Relawan Kebencanaan Baret Rescue Jember, David Handoko Seto, sempat melontarkan keberatannya soal anggaran kebencanaan yang terus menyusut itu.

Advertisement

Dalam rapat Banggar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kata David, dorongan untuk penambahan anggaran kemanusiaan ini juga sempat menguat, baik untuk BPBD maupun untuk Damkar. "Seharusnya memang ditambah. ​Sebab saat ini kita sedang menghadapi cuaca El Nino. Kondisi ini membutuhkan perhatian ekstra serta khusus dari pemerintah daerah," katanya, saat dikonfirmasi, (27/8). 

Legislator yang juga ketua Fraksi NasDem DPRD Jember ini menilai, pemangkasan anggaran urusan kebencanaan ini sangat kontradiktif dengan realitas di lapangan yang membutuhkan penanganan ekstra cepat dan masif. 

Ia menyebut, keterbatasan SDM dan Sarpras di BPBD maupun di Damkar, seharusnya direspons dengan penambahan alokasi dana operasional, bukan malah dikurangi. "Pemkab tidak bisa bekerja sendiri dengan keterbatasan itu, harus gandeng unsur relawan. Itu mutlak harus dilakukan," katanya.

Advertisement

David mewanti-wanti agar urusan kemanusiaan ini tidak sampai terhambat hanya karena porsi anggaran yang cekak. 

Ia mendesak pemerintah daerah untuk menberikan porsi anggaran yang memadai. Termasuk mendorong kelanjutan Raperda tentang Kebencanaan Jember, yang memungkinkan penggunaan anggaran kebencanaan bisa bersumber dari pihak ketiga. 

"Khususnya terkait operasional tim BPBD maupun relawan eksternal, harus dinaikkan jumlahnya. Mereka tidak akan mampu bekerja maksimal jika hanya mengandalkan anggaran yang ada saat ini. Termasuk pengadaan sarpras yang memenuhi syarat. Kami berharap pada anggaran berikutnya, anggaran kebencanaan ini ditambah," pinta dia.

Advertisement

Artikel Terkait

Sebut Jember Hipermarket Bencana, DPRD Semprot Pemkab Soal Anggaran BPBD yang Anjlok

Sebut Jember Hipermarket Bencana, DPRD Semprot Pemkab Soal Anggaran BPBD yang Anjlok

Di tengah ancaman gelombang El Nino dan meluasnya krisis air bersih di sejumlah kecamatan, anggaran BPBD Jember justru menyusut drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya

Tembus Rp 186 Miliar! Pemkab Jember Gelontorkan Anggaran Terbesar Renovasi Sekolah Rusak

Tembus Rp 186 Miliar! Pemkab Jember Gelontorkan Anggaran Terbesar Renovasi Sekolah Rusak

Pemkab Jember mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp 186 miliar pada 2026 untuk merevitalisasi ratusan gedung PAUD, SD, dan SMP yang rusak.

Bupati Jember Gus Fawait ke Mahasiswa: Lulus Dulu, Nikah Kemudian!

Bupati Jember Gus Fawait ke Mahasiswa: Lulus Dulu, Nikah Kemudian!

Suasana penarikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Ke-5 di Alun-Alun Jember, Senin (24/8) sore mendadak riuh penuh gelak tawa. Bupati Jember Muhammad Fawait memberi pesan khusus kepada ribuan mahasiswa terkait fenome

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer