Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember terkait penggunaan fasilitas negara.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Gus Fawait mengharamkan penggunaan kendaraan dinas atau pelat merah untuk keperluan mudik lebaran, sejalan dengan instruksi ketat dari pemerintah pusat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketegasan ini bukan sekadar imbauan formalitas. Gus Fawait, sapaan akrabnya, menegaskan kendaraan operasional yang dibiayai pajak rakyat tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau keluarga selama masa libur panjang.
Baca Juga: Dorong Pemerataan Perbaikan Jalan, Begini Komentar Anggota Komisi C DPRD Jember
"Sudah ada pelarangan, termasuk dari KPK. Karena ini sudah jelas dari pemerintah pusat, otomatis kita harus mengikuti," katanya, usai pembagian sembako di pendapa Wahyawibawagraha, Senin (16/3).
Guna memastikan aturan ini tak sekadar menjadi "macan kertas", Gus Fawait Bupati mengaku telah menginstruksikan Pj Sekda untuk segera menyosialisasikan kebijakan tersebut ke seluruh OPD.
Pengaturan teknis terkait durasi dan sanksi pembatasan penggunaan mobil dinas kini tengah digodok secara serius.
Tak hanya melarang saat mudik, Gus Fawait juga mulai "menertibkan" gaya hidup mewah para pejabat dalam kegiatan kedinasan. Hal ini dibuktikan saat kunjungan kerja ke PT Nankai Indonesia di Desa Garahan, Silo, Jember.
Alih-alih pamer iring-iringan mobil mewah, ia justru memboyong para kepala OPD dalam satu kendaraan minibus jenis Hiace.
"Kami datang rombongan, tidak sendiri-sendiri. Ini bagian dari efisiensi sesuai arahan Presiden. Situasi global membuat harga minyak berpotensi fluktuatif, sehingga kita harus lebih bijak dalam penggunaan BBM," tambah gus Fawait, mencontohkan. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh