Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Final Piala Dunia, 22 Orang Mengejar Bola, UMKM Mengejar Cuan

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Final Piala Dunia, 22 Orang Mengejar Bola, UMKM Mengejar Cuan
Final Piala Dunia, 22 Orang Mengejar Bola, UMKM Mengejar Cuan

Advertisement

RADAR JEMBER - Pasti sudah tidak sabar menyaksikan laga final Argentina vs Spanyol pukul 02.00 dini hari nanti. Apalagi saya. Cuma, bingung mau nobar di mana yang ramai dengan UMKM-nya juga. Nonton sambil ngemil. Sekarang mau bahas, apakah aksi Messi vs Yamal berpengaruh ada UMKM? Simak ulasannya sambil seruput Koptagul, wak!

Kalau alien turun ke Indonesia malam ini, mereka pasti bingung. Di stadion final Piala Dunia yang main Argentina lawan Spanyol. Tapi yang macet justru Pontianak, Jakarta, Bengkulu, Kupang, sampai Sanggau. Mereka mungkin akan menyimpulkan satu hal, Indonesia pasti masuk final. Sayangnya, setelah dicek FIFA, yang masuk final tetap Argentina dan Spanyol. Indonesia hanya masuk final... urusan nobar.

Beginilah negeri ini. Tidak punya wakil di Piala Dunia, tapi semangatnya seperti pemilik turnamen. Yang lebih hebat lagi, kita berhasil menemukan rumus ekonomi yang mungkin bikin para profesor Harvard mendadak minta kuliah di warung kopi. Rumusnya sederhana, 22 orang mengejar bola, jutaan UMKM mengejar pembeli.

Advertisement

TVRI yang dulu sering dijadikan bahan candaan karena dianggap "televisi peninggalan dinosaurus", mendadak berubah menjadi Avengers versi penyiaran. Mereka menyiarkan 104 pertandingan secara gratis. Gratis! Di negeri yang kadang parkir motor lima menit saja sudah kena tarif, menonton Piala Dunia tanpa bayar terasa seperti menemukan durian isi emas.

Efeknya? Jangan tanya. Survei Lokadata mencatat 78,1 persen masyarakat Indonesia mengikuti nobar sedikitnya satu kali selama Piala Dunia. Itu bukan lagi nobar. Itu migrasi manusia terbesar setelah mudik Lebaran. Orang keluar rumah membawa kursi plastik, tikar, termos kopi, dan semangat yang lebih menyala daripada lampu stadion.

Rata-rata setiap orang menghabiskan Rp51 ribu setiap kali nobar. Ada yang bilang, "Ah, cuma lima puluh ribuan."

Advertisement

"Cuma?" Kalikan jutaan orang. Kalikan lagi puluhan pertandingan. Hasil kajian Kadin menyebut uang yang berputar mencapai Rp5,03 triliun. Lima koma nol tiga triliun! Angka sebesar itu cukup membuat mesin penghitung uang masuk ruang ICU karena kelelahan. Bahkan dompet yang biasanya kurus mendadak punya pipi.

Yang paling bahagia tentu sektor hotel, restoran, dan kafe. Mereka menikmati sekitar Rp2,4 triliun. Semua berawal dari satu pertanyaan sakral. "Mau nambah Koptagul?" Ternyata sejarah ekonomi Indonesia bisa berubah hanya karena orang haus setelah penalti.

Selama ini UMKM sering dipaksa lari maraton melewati pagar-pagar birokrasi. Urus izin, urus pajak, urus administrasi, urus fotokopi KTP, mungkin sebentar lagi diminta surat keterangan dari mantan pacar.

Eh, giliran Piala Dunia datang, Kementerian Hukum justru memberikan izin dan menggratiskan lisensi nobar bagi UMKM dan komunitas yang memenuhi syarat non-komersial. Non-komersial, katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Abaikan Kerusuhan Final! Bos FIFA Mendadak Puji Skuad Argentina Usai Kalah Dramatis dari Spanyol!

Abaikan Kerusuhan Final! Bos FIFA Mendadak Puji Skuad Argentina Usai Kalah Dramatis dari Spanyol!

Presiden FIFA Gianni Infantino mengirimkan pujian resmi atas perjuangan Argentina di Piala Dunia 2026, meski diwarnai kontroversi dan investigasi disiplin.

Sebut Kehebatan Individu Tak Cukup di Final Piala Dunia, Ronaldo Kuliti Superioritas Pasukan De La Fuente

Sebut Kehebatan Individu Tak Cukup di Final Piala Dunia, Ronaldo Kuliti Superioritas Pasukan De La Fuente

Legenda Brasil Ronaldo menyebut kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 sebagai bukti keunggulan permainan kolektif atas aksi individu.

Buntut Ribut di Final Piala Dunia 2026, Asosiasi Sepak Bola Argentina Terancam Denda Besar dari FIFA!

Buntut Ribut di Final Piala Dunia 2026, Asosiasi Sepak Bola Argentina Terancam Denda Besar dari FIFA!

FIFA membatalkan kartu merah Leandro Paredes karena kesalahan administrasi, namun tetap mengusut kericuhan pasca final Piala Dunia 2026 yang melibatkan empat anggota tim Argentina.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer