Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Plafon DPRD Jember Ambrol Diguyur Hujan, Kontraktor Segera Dipanggil

Safitri • Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:04 WIB
APES: sejumlah ruangan basah kuyup akibat renovasi atap Gedung DPRD Jember tidak ditutup, kemarin.
APES: sejumlah ruangan basah kuyup akibat renovasi atap Gedung DPRD Jember tidak ditutup, kemarin.
SUMBERSARI, Radar Jember - Hujan yang cukup deras sempat mengguyur Jember, kemarin. Rupanya, hujan tersebut membuat Gedung DPRD Jember ketiban sial, karena terkena imbas renovasi di bagian atap dan genting yang tidak ditutup terpal.

BACA JUGA : Diabetes Bisa Diakibatkan Orang Merasa Sering Kesepian

Gedung parlemen itu diketahui tengah proses renovasi, dan di bagian genting belum selesai. Ketika hujan mengguyur, kemarin, langsung membasahi sejumlah ruangan di lantai dua gedung tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, hampir seluruh ruangan di lantai dua tampak basah digenangi air hujan. Mulai dari ruang sidang paripurna yang atapnya menjadi objek renovasi, hingga meluber ke beberapa ruangan. Termasuk ruang pimpinan dewan.

Beberapa interior ruangan basah. Peralatan komputer hingga dokumen penting milik pimpinan dewan tak luput terkena air hujan karena kondisi plafon yang rembes. Bahkan plafon di sudut anak tangga ambrol sekitar satu meteran.

Beberapa staf terlihat mondar-mandir begitu mengetahui air hujan langsung merembes ke plafon-plafon ruangan di lantai dua. Demi menyelamatkan perkakas dan dokumen penting, mereka pun berupaya membendung agar air tidak masuk ke ruang-ruang penting. "Sapu, sapu, ambilkan sapu, kebanjiran ini," kata sejumlah staf di Gedung DPRD.

Hampir semua sudut ruangan di lantai dua basah. Paling parah di ruangan Wakil Ketua DPRD Agus Sofyan, yang hampir seluruh plafonnya teraliri air hujan. Kendati tidak sampai ambrol, namun dokumen di meja dan beberapa perkakas penting tidak luput terkena air hujan.

Ketika hujan mengguyur, di lokasi hanya ada beberapa orang. Namun, mereka merupakan pegawai yang hanya sebagai pekerja bidang elektrikal. Sehingga, tiada yang bersedia untuk berkomentar. Sementara, para pekerja yang menggarap renovasi Gedung DPRD itu tidak ada di lokasi. Sementara, bagian genting yang belum selesai dibiarkan tanpa ditutup terpal. "Saya hanya bagian administrasi. Kalau tukangnya tadi ada di sini, tapi tidak tahu sekarang (kemarin, Red) ke mana?" kata Intan, salah seorang pegawai kontraktor yang merenovasi gedung tersebut.

Berdasarkan papan pengumuman proyek, renovasi atap gedung dewan itu didanai melalui APBD sebesar Rp 1,7 miliar. Durasi kontrak kerja terhitung sejak 1 Agustus 2022 hingga 28 November 2022. Diketahui, pelaksana renovasi atap Gedung DPRD Jember adalah CV Tjokrowidjojo yang disertai dengan aktivitas pengawasan oleh CV Wilasena Konsultek.

Terpisah, Sumariadi, orang yang disebut sebagai Direktur CV Tjokrowidjojo, hingga petang kemarin belum berhasil dimintai keterangan. Kendati yang bersangkutan telah dikonfirmasi, baik melalui telepon seluler maupun pesan singkat, yang bersangkutan belum memberikan keterangan.

Sementara itu, Kasubbag Umum Sekretariat Dewan Heri Wahyudi menduga, insiden yang menimpa gedung wakil rakyat itu karena keteledoran kontraktor yang tidak bisa mengantisipasi hujan. "Bisa disebut keteledoran kontraktor. Karena atap atas di sudut-sudut itu tidak ditutup. Jadi, ketika hujan, air hujan langsung masuk," terang Heri.

Dia menjelaskan, Jumat kemarin para pekerja pada proyek renovasi atap Gedung DPRD itu libur kerja. Mereka mulai masuk lagi Sabtu, Minggu, dan seterusnya. Namun demikian, atas insiden itu, Heri meyakinkan para kontraktor harus bertanggung jawab. "Itu konsekuensinya kontraktor, nanti kami akan panggil kontraktor, pengawas, bersama tim, untuk evaluasi," tukas Heri. (mau/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #DPRD #Hujan