Radar Jember – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas meminta agar manajemen Koperasi merah Putih menjadi perhatian serius oleh semua pihak.
Zulhas menyebut, hal itu penting agar tidak ada lagi pembagian uang secara liar dan Koperasi merah Putih atau KMP berjalan dengan sehat.
Menko Pangan Zulhan juga mencontohkan. Dulu, pengurus dan anggota koperasi kerap mengajukan pinjaman.
Namun, manajemennya tidak baik.
Baca Juga: Satu Juta PPPK Akan Disebar Guna Kawal Koperasi Merah Putih
Sehingga yang terjadi, uang yang dipinjam alias dibagi-bagi itu, tidak dibayar.
Untuk itu, di tubuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih ini tidak boleh kejadian seperti itu terjadi.
Tidak boleh ada yang punjam uang tanpa membayarnya. Termasuk pengurus dan anggota koperasi.
Baca Juga: Investasi Bitcoin dari Uang Koperasi Merah Putih, Mungkinkah?
“Nah ini enggak, nanti desa itu pengawas, pemiliknya itu pengawas, pelaksanaannya nanti itu betul-betul dilatih,” ucapnya, di Mandiri Corporate University, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu 25 Juni 2025.
Hal itu, menurutnya agar pengelolaan koperasi berjalan dengan dengan baik.
Zulhas menyampaikan, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sampai dua juta orang.
Baca Juga: Menkop Budi Arie: Tembus 80.133 Koperasi Merah Putih, Jumlahnya Lampaui Target
“Kami perkirakan akan menyerap dua juta tenaga kerja,” katanya. Dua juta orang itu merupakan angka minimal.
Zulhas yang merupakan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Merah Putih menyebut, untuk penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), akan ada sejumlah latihan.
“Semua yang menentukan itu kan orangnya, manusianya, SDM-nya, pengelolanya,” kata Zulhas. Nah, SDM ini nanti yang akan dilatih, agar pengelolaan KMP bisa dilakukan dengan baik.
Editor : Nur Hariri