Wacana Pulau Nusa Barong yang akan dijadikan destinasi wisata baru dikemukakan langsung oleh Hendy, beberapa waktu lalu. Pihaknya meyakini Pulau Nusa Barong akan menjadi objek wisata yang bisa menarik banyak antusiasme wisatawan. Sebab, objek wisata tersebut lengkap. Mulai dari laut, pantai, hingga nantinya juga akan disiapkan tempat kuliner.
“Sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata, di Nusa Barong ada lautnya. Ada sinergi dengan pengadaan kapal-kapalnya. Di sana bisa wisata pantai. Bisa ditambahkan untuk kuliner-kuliner,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Jalan ke Tempat Wisata Mulai Dibangun
Dirinya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) terkait status Pulau Nusa Barong sebagai suaka margasatwa. Menurutnya, secara aturan, wilayah konservasi masih bisa dikembangkan untuk tempat wisata, sepanjang tidak mengganggu habitat di sana. Rencananya, konsep pengembangan wisata Pulau Nusa Barong akan dimulai tahun depan dan akan dikelola Pemkab Jember secara langsung.
Inisiasi ini menjadi sorotan khusus dari beberapa pemerhati lingkungan. Salah satunya adalah Nurul Hidayah. Menurutnya, jika sudah menyinggung potensi wisata, maka tidak menutup kemungkinan ke depan Nusa Barong akan diproyeksikan menjadi objek wisata.
Pria yang akrab disapa Cak Oyong ini tak serta merta setuju dengan gagasan pemanfaatan Pulau Nusa Barong menjadi salah satu proyeksi wisata. Sebab, kawasan tersebut termasuk harus dilindungi. Selain karena merupakan habitat rusa timor dan penyu hijau, Nusa Barong juga menjadi benteng ketika terjadinya bencana.
Selain itu, lanjut dia, akses menuju pulau tersebut tidaklah mudah serta minim pengawasan. “Untuk mencegah itu, kita harus menyampaikan dulu bahwa sebaiknya jangan dijadikan wisata. Karena kita tidak bisa jaga manusia. Dan aksesnya susah, sehingga pengawasannya juga minim. Jika dijadikan wisata pengawasan minim, maka potensi kerusakan itu semakin tinggi,” ungkap Cak Oyong.
Terpisah, Plh Kepala Bidang BBKSDA Wilayah Jember Purwanto menyebut bahwa pengembangan wisata di Pulau Nusa Barong tidak dapat direncanakan secara sembarangan. Sebab, wisata hanya dapat dikembangkan oleh kawasan taman wisata alam ataupun suaka margasatwa di blok pemanfaatan. “Di Nusa Barong sendiri tidak ada pemanfaatan. Memang pada praktiknya ada yang berkunjung ke sana hanya untuk berfoto lalu kembali. Itu sebenarnya ilegal,” kata Purwanto.
Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dok. Radar Bali
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital