Menggelar agenda operasi pasar murah menjadi salah satu upaya yang mulai dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan daerah. Gerakan tersebut rencananya akan digelar di enam titik wilayah Kota Pisang dengan menyediakan dua komoditas utama, beras dan minyak goreng.
Baca Juga: Ini Modus Baru Pencurian Motor Di Lumajang, WASAPADALAH
Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menjelaskan, menjaga keseimbangan harga hingga angka inflasi hanya mencapai 2,5 persen menjadi salah satu keinginan besarnya. Terlebih lagi, deflasi sebelumnya juga sempat terjadi hingga 0,38.
"Kalau yang saya inginkan itu inflasinya hanya 2,5 persen, kalau di angka ini ya itu artinya ada keseimbangan antara ketersediaan barang dan daya beli," ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya penyebab deflasi terjadi karena adanya penurunan harga di tiga komoditas pangan, seperti cabai, tahu, dan beras. Adapun penanganan yang dilakukan adalah dengan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja cabai petani. Kemudian secara bersamaan, gerakan pasar murah juga akan digelar.
Baca Juga: Benarkah Lampu Hazard Boleh Dinyalakan Saat Hujan Lebat? Ini Penjelasan Ahli!
"Kalau yang saya lihat, deflasi itu terjadi karena turunnya harga cabai, beras, dan tahu. Kemudian yang agak naik itu adalah minyak goreng. Makanya ini ada simultan, selain gerakan ASN belanja cabai juga dilakukan gerakan pasar murah. Mudah-mudahan stabilitas harga di Lumajang bisa baik," tambahnya.
Informasi lain, operasi pasar murah mulai dilakukan sejak, Kamis (7/11) untuk wilayah Desa/Kecamatan Pronojiwo. Kemudian akan dilanjut, Jumat (8/11) untuk wilayah Desa/Kecamatan Ranuyoso. Operasi pasar murah ketiga akan dilangsungkan di Desa/Kecamatan Pasrujambe, Senin (11/11).
Selanjutnya, operasi serupa akan dilanjutkan, Selasa (12/11) untuk wilayah Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro. Operasi pasar kelima akan dilangsungkan, Rabu (13/11) di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh. Terakhir, akan digelar, Kamis (14/11) di Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. (has/fid)
Editor : Adeapryanis