Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pembangunan Dam Gambiran Lumajang Dikebut Jelang Musim Hujan

Adeapryanis • Kamis, 17 Oktober 2024 | 01:10 WIB

PROGRES: Foto udara yang memperlihatkan proses pembangunan dam Gambiran, Lumajang.(MUHAMMAD HASBI/RAME)
PROGRES: Foto udara yang memperlihatkan proses pembangunan dam Gambiran, Lumajang.(MUHAMMAD HASBI/RAME)

radarjember.id - Pengerjaan dam atau bendungan Gambiran, Lumajang terus dikebut, targetnya akhir 2024 nanti bisa rampung. Memasuki musim hujan, pembangunan bendungan disebut akan menggunakan strategi khusus untuk mengantisipasi banjir yang bisa saja melintas di tengah-tengah proyek.

Faktor penghambat pengerjaan pembangunan bendungan Gambiran salah satunya adalah tersendatnya distribusi beton. Menyikapi itu UPT Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Lumajang mengklaim telah membuat Batching Plant mini untuk bisa memproduksi beton sendiri.

Baca Juga: Gagas Fast Track Prima Layanan Publik, Kabiro UIN KHAS Jember Pangkas Alur Bisnis Birokrasi Jadi Satu Pintu

Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai (WS) Bondoyudo Baru Lumajang Ir Prabowo menjelaskan, proses pengerjaan dam gambiran dilakukan dari bagian bawah terlebih dahulu. Hal itu disebut bisa membuat pekerjaan lebih dipercepat, sehingga menjadi strategi untuk mengantisipasi ketika banjir datang saat musim hujan.

“Kalau untuk strategi memasuki musim hujan ini, jadi kita kerjakan yang bawah dulu. Makanya rekanan bisa kerja cepat dengan cara bikin Batching Plant sendiri. Itu biar distribusi betonnya tidak tersendat, karena selama ini faktor kesulitannya adalah distribusi beton yang agak tersendat,” katanya, belum lama ini.

Sementara itu, Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni mengatakan, rusaknya dam gambiran membuat kekeringan terjadi di beberapa wilayah. Hal itu membuatnya mengeluarkan surat edaran kepada petani padi agar beralih tanam menjadi palawija.

Baca Juga: Yakin Badai PHK Tak Sentuh Jember

“Itu karena airnya kurang, kalau nanti ini dam boreng bisa selesai InsyaAllah pengairan bisa berjalan. Jadi yang tadinya hanya palawija bisa beralih menjadi padi ketika sawah kembali teraliri,” terangnya, ketika memantau pembangunan dam gambiran.

Informasi lain, akibat rusaknya dam atau bendungan gambiran, setidaknya ratusan hektare sawah di tiga desa Lumajang terimbas kekeringan. Adapun desa terdampak adalah, Desa Blukon, Desa Boreng, dan Desa Rogotrunan. Jika pembangunan dam gambiran rampung, Pemkab Lumajang mengklaim akan mampu mengembalikan pengairan sawah.

“InsyaAllah nanti Desember bisa selesai, dan ini bisa mengairi persawahan 278 hektare, nanti boleh dilihat,” tegas Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni. (has/fid)

 

 

 

Editor : Adeapryanis
#DAM Gambiran jebol #lumajang banjir