ROGOTRUNAN, Radar Semeru - Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Pedagang hewan kurban di beberapa titik mulai bermunculan. Ada yang membuka lapak di pinggir jalan, bahkan ada juga yang berjualan di dalam rumahnya.
Sebab, tak mempunyai lahan kosong yang cukup luas. Alhasil, rumah lantai duanya disulap jadi kandang kambing kurban.
Jika biasanya pedagang hewan kurban memilih lokasi yang strategis untuk berjualan agar bisa dikenal dan dilirik banyak orang, kali ini justru berbeda. Seperti yang dialami Fuad, pedagang kambing kurban yang sudah berjualan cukup lama.
Dia berdagang kambing kurban di lantai dua rumahnya. Dengan luas yang tidak seberapa. Kandang kambing yang dibuat ala kadarnya.
Dia mengaku sejak tahun ini mulai berjualan di dalam rumahnya. Sebab, masa sewa lahan di dekat rumahnya sudah habis. “Dulu lahannya sewa, sekarang sudah habis masa sewanya. Dan lokasinya juga akan dibangun, sehingga terpaksa dagang di rumah,” tuturnya.
Kondisi itu membuat penjualannya dinilai merosot. Sebab, tahun sebelumnya dia bisa menjual sampai 35 ekor kambing jenis gibas.
Saat ini hanya 15 kambing dari 20 ekor. “Karena warga kurang banyak yang tahu lokasi yang baru. Jadi, memengaruhi penjualan juga,” pungkasnya.
Sebelumnya, lahan untuk dia berjualan cukup luas dan strategis. Sehingga warga yang ingin membelinya bisa langsung datang ke lokasi melihat kualitas kambing yang akan dikurbankan.
Meski demikian, penjualannya diprediksi bakal meningkat sehari menjelang Hari Raya Idul Adha. Bahkan bisa lebih dari tahun kemarin. (dea/c2/fid)
Editor : Safitri