BACA JUGA : Dugaan Selingkuh, Mantan Rektor Universitas Swasta Jember Dilaporkan Istri
Hal itu tentu jadi daya tarik sendiri. Apalagi di beberapa desa cukup banyak masyarakat membudidayakannya. Salah satunya tanaman bunga anggrek yang dibudidayakan masyarakat Desa Purworejo, Kecamatan Senduro. Sampai-sampai hampir setiap rumah terdapat bunga anggrek di depannya.
Budi daya bunga anggrek sudah ditekuni masyarakat setempat cukup lama. Apalagi tanaman yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki itu menuai banyak prestasi pameran bunga. Hingga Kementerian Pertanian RI melirik untuk memberikan bantuan fasilitas green house.
“Kami dapat bantuan fasilitas green house anggrek dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI. Luas bangunannya seribu meter persegi,” ungkap Sekretaris Kelompok Tani Sri Rejeki Agung Ranu Prabowo.
Agung memerinci, ada tiga titik green house yang dibangun. Pertama berukuran 8x7 meter, kedua berukuran 16,6x30 meter, dan terakhir berukuran 16x18 meter. “Semuanya sudah lolos uji dari Balai Karantina Pertanian,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Hairil Diani menerangkan, seluruh bangunan itu berada di lahan masyarakat setempat. Sebelum dibangun, masing-masing pemilik lahan diminta kesediaannya memanfaatkan lahan kosong itu sebagai kawasan green house bunga anggrek.
Nantinya, seluruh kawasan itu bakal diisi bunga anggrek beragam jenis. Sehingga menjadi pusat budi daya sekaligus edukasi bunga anggrek. “Fasilitas itu sampai sepuluh tahun. Selama itu juga, kami akan mendampingi poktan mengembangkan kawasan budi daya anggrek,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati berharap beragam jenis anggrek yang dibudidayakan di setiap rumah itu bisa meningkatkan penghasilan mereka dari penjualan. Sehingga nantinya bakal terwujud Kampung Bunga Purworejo.
Akan tetapi, Bunda Indah, sapaan akrabnya, menegaskan, Kampung Bunga bukan sekadar ikon. Melainkan juga menunjukkan kampung bunga yang sebenarnya. “Jangan sampai mandek. Jangan hanya sebagai tempat jual beli saja, tetapi tidak memberikan manfaat ke masyarakat luas,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri