Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dua Desa Wisata di Senduro Dikaji

Safitri • Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:41 WIB
TERIMA: Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat menerima kunjungan dari tim lembaga penelitian salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Rencananya, Desa Ranupani dan Desa Argosari jadi lokasi penelitian.
TERIMA: Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat menerima kunjungan dari tim lembaga penelitian salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Rencananya, Desa Ranupani dan Desa Argosari jadi lokasi penelitian.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Desa Ranupani dan Desa Argosari di Kecamatan Senduro ini memang menjadi desa yang dikenal masih merawat kearifan lokal. Pantas saja, dua desa tersebut menarik perhatian salah satu perguruan tinggi di Surabaya untuk melakukan penelitian serta kajian adat dan budaya warga setempat.

Niatan salah satu perguruan tinggi itu disambut baik Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Menurut Cak Thoriq, keterlibatan lembaga pendidikan dalam melakukan penelitian bisa memberikan rekomendasi yang praktis pada pemerintah dalam mengambil kebijakan-kebijakan soal pembangunan.

Cak Thoriq mengatakan, Lumajang memiliki beragam potensi unggulan yang masih belum tergarap serius. Baik itu potensi ekonomi, sosial, pariwisata, maupun budaya. Namun, khusus sektor pariwisata, pemerintah saat ini tengah fokus mengembangkan sektor tersebut diawali dengan Desa Ranupani terlebih dahulu.

Beberapa pembangunan infrastruktur sudah mulai berjalan. Bahkan, awal tahun depan rencananya akses jalan menuju kawasan tersebut bakal diperlebar. Setidaknya kurang lebih pelebaran jalan sekitar 5 meter. “Ini untuk mempermudah akses, sehingga diharapkan nantinya perekonomian akan tumbuh dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” katanya.

Ketua Lembaga Penelitian Universitas Airlangga Surabaya Prof Dr Musta’in Mashud mengatakan, kedatangannya ke Lumajang untuk meminta restu dalam melakukan penelitian dan kajian sosial budaya pada sektor wisata. Dua desa itu dipilih karena memiliki potensi yang luar biasa.

“Kami sedang melakukan penelitian di Argosari dan Ranupani. Kita harus mengembangkan, bukan intervensi. Tugas kita untuk memfasilitasi. Semoga nanti hasil penelitian itu bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan pemerintah daerah dengan adaptasi kebijakan berbasis penelitian,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri
#Lumajang