alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ranupani Masuk Nominasi Anugerah Desa Wisata Se-Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keindahan alam yang dimiliki Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, ini memang tidak terbantahkan. Tidak hanya itu, adat dan budaya warisan leluhur di sana juga masih erat terus dilestarikan. Wajar saja, kini desa itu masuk dalam 50 besar nominasi Anugerah Desa Wisata 2021.

Sebetulnya, ada dua desa di Lumajang yang sempat lolos sampai 300 besar. Yaitu Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Dua desa ini bisa bersaing dengan 1.831 desa wisata se-Indonesia. Namun, ketika pengumuman 100 besar, Desa Argosari tidak masuk dan hanya Desa Ranupani yang terus lolos sampai 50 besar.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yoga Pratomo mengatakan, pengumuman tersebut menjadi kabar bahagia untuk Lumajang. Sebab, penghargaan desa wisata itu menjadi ajang bergengsi. Kini, untuk mengejar juara itu, pemerintah bakal terus memenuhi segala unsur penilaian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ada beberapa indikator yang menjadi penilaian untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Yaitu urusan akses, fasilitas, atraksi, dan lain-lain. “Kami yakin bisa lolos sampai juara. Karena adat dan budaya yang masih terawat dengan baik ini jarang ditemukan. Bahkan, adat budaya itu juga ikut melindungi kelestarian alam,” katanya.

Rencananya, untuk memenuhi indikator penilaian tersebut, pihaknya bakal bekerja sama dengan lintas sektor. Sebab, bakal banyak OPD yang dilibatkan. Misalnya urusan akses jalan ke lokasi wisata dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keindahan alam yang dimiliki Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, ini memang tidak terbantahkan. Tidak hanya itu, adat dan budaya warisan leluhur di sana juga masih erat terus dilestarikan. Wajar saja, kini desa itu masuk dalam 50 besar nominasi Anugerah Desa Wisata 2021.

Sebetulnya, ada dua desa di Lumajang yang sempat lolos sampai 300 besar. Yaitu Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Dua desa ini bisa bersaing dengan 1.831 desa wisata se-Indonesia. Namun, ketika pengumuman 100 besar, Desa Argosari tidak masuk dan hanya Desa Ranupani yang terus lolos sampai 50 besar.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yoga Pratomo mengatakan, pengumuman tersebut menjadi kabar bahagia untuk Lumajang. Sebab, penghargaan desa wisata itu menjadi ajang bergengsi. Kini, untuk mengejar juara itu, pemerintah bakal terus memenuhi segala unsur penilaian.

Ada beberapa indikator yang menjadi penilaian untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Yaitu urusan akses, fasilitas, atraksi, dan lain-lain. “Kami yakin bisa lolos sampai juara. Karena adat dan budaya yang masih terawat dengan baik ini jarang ditemukan. Bahkan, adat budaya itu juga ikut melindungi kelestarian alam,” katanya.

Rencananya, untuk memenuhi indikator penilaian tersebut, pihaknya bakal bekerja sama dengan lintas sektor. Sebab, bakal banyak OPD yang dilibatkan. Misalnya urusan akses jalan ke lokasi wisata dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Keindahan alam yang dimiliki Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, ini memang tidak terbantahkan. Tidak hanya itu, adat dan budaya warisan leluhur di sana juga masih erat terus dilestarikan. Wajar saja, kini desa itu masuk dalam 50 besar nominasi Anugerah Desa Wisata 2021.

Sebetulnya, ada dua desa di Lumajang yang sempat lolos sampai 300 besar. Yaitu Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro. Dua desa ini bisa bersaing dengan 1.831 desa wisata se-Indonesia. Namun, ketika pengumuman 100 besar, Desa Argosari tidak masuk dan hanya Desa Ranupani yang terus lolos sampai 50 besar.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yoga Pratomo mengatakan, pengumuman tersebut menjadi kabar bahagia untuk Lumajang. Sebab, penghargaan desa wisata itu menjadi ajang bergengsi. Kini, untuk mengejar juara itu, pemerintah bakal terus memenuhi segala unsur penilaian.

Ada beberapa indikator yang menjadi penilaian untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Yaitu urusan akses, fasilitas, atraksi, dan lain-lain. “Kami yakin bisa lolos sampai juara. Karena adat dan budaya yang masih terawat dengan baik ini jarang ditemukan. Bahkan, adat budaya itu juga ikut melindungi kelestarian alam,” katanya.

Rencananya, untuk memenuhi indikator penilaian tersebut, pihaknya bakal bekerja sama dengan lintas sektor. Sebab, bakal banyak OPD yang dilibatkan. Misalnya urusan akses jalan ke lokasi wisata dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/