Catatan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menunjukkan jumlah orang Lumajang yang menjalani vaksinasi dosis pertama baru menginjak angka 96.765 orang. Sementara, orang yang sudah menjalani vaksinasi dosis kedua baru 57.897 orang.
Padahal, semua pihak terus melakukan serbuan vaksinasi untuk mengejar target tersebut. Dinkes Lumajang, TNI, Polri, rumah sakit, hingga puskesmas. Namun, hasilnya belum begitu memuaskan. Bahkan, upaya itu terus dilebarkan dengan menggandeng beberapa pihak. Termasuk desa. Namun, juga belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, baik di kawasan perkotaan maupun di perdesaan, antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi hampir sama. Sama-sama kurang berminat. Seperti di Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, jumlah orang yang menjalani vaksinasi di kantor desa hanya sekitar 65 orang.
“Kalau info yang saya terima di polindes itu sebetulnya banyak. Warga sudah banyak yang mandiri vaksinasi ke puskesmas. Tetapi, ketika kami membuka vaksinasi untuk warga di kantor desa dengan durasi sosialisasi yang cukup mepet itu yang hadir 65 orang,” katanya.
Sama halnya dengan yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Candipuro. Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arifin menceritakan segala upayanya dalam menyukseskan pelaksanaan vaksinasi. Selain pihaknya membuka pendaftaran secara daring, penyisiran melalui RT/RW juga tidak menjaring banyak sasaran.
“Kalau hasil koordinasi dengan puskesmas, kami dijatah 100 vaksin seminggu yang lalu. Tetapi, hingga sekarang baru 25 pendaftar. Itu yang online. Tetapi, kalau yang pendataan setiap RW kami belum update. Namun, yang jelas pendaftarnya masih minim sekali. Kurang tahu penyebabnya seperti apa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, capaian itu bukan disebabkan oleh kurangnya minat warga untuk vaksin. Melainkan, karena penerimaan dosis vaksin di Lumajang terbatas. “Minggu depan kami terima vaksin banyak dan akan menggandeng semua pihak untuk menyukseskan target itu,” pungkasnya.
Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri