alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tracing Penanganan Covid-19 di Lumajang Maksimalkan Aplikasi SiLacak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penanganan Covid-19 di Lumajang diketahui masih perlu penanganan serius. Pasalnya, hingga kini belum ada tren kasus terkonfirmasi menurun signifikan. Angka penambahan masih berkisar puluhan dan ratusan. Paling banyak yang terpapar merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Oleh sebab itu, tracing melalui aplikasi SiLacak lebih diperhatikan. Terutama terhadap mereka yang pernah kontak dengan pasien OTG.

Melihat kondisi tersebut, Forkopimda Lumajang menggelar koordinasi terbatas di Ruang Data Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0821 Lumajang, kemarin. Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi A Wibowo mengungkapkan, aplikasi SiLacak sudah bisa dioperasikan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, aplikasi tersebut belum bisa berjalan maksimal. “Masih tidak bisa untuk seluruh babinsa dan bhabinkamtibmas. Ke depannya, kami akan berikan pelatihan aplikasi SiLacak bagi babinsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, semua pihak harus sinergi dalam menangani Covid-19. Terutama tracing dengan SiLacak saat di lapangan. “Internal Polri sudah ada sosialisasi dan pelatihan tentang aplikasi SiLacak. Memang masih banyak kendala seperti sinyal, software HP, dan yang lainnya,” katanya.

Meski demikian, dia berharap aplikasi tersebut bisa aktif semuanya. Sebab, sejumlah polsek masih belum bisa mengakses SiLacak. “Di polsek jajaran sudah kami usahakan agar bisa diakses,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penanganan Covid-19 di Lumajang diketahui masih perlu penanganan serius. Pasalnya, hingga kini belum ada tren kasus terkonfirmasi menurun signifikan. Angka penambahan masih berkisar puluhan dan ratusan. Paling banyak yang terpapar merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Oleh sebab itu, tracing melalui aplikasi SiLacak lebih diperhatikan. Terutama terhadap mereka yang pernah kontak dengan pasien OTG.

Melihat kondisi tersebut, Forkopimda Lumajang menggelar koordinasi terbatas di Ruang Data Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0821 Lumajang, kemarin. Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi A Wibowo mengungkapkan, aplikasi SiLacak sudah bisa dioperasikan.

Namun, aplikasi tersebut belum bisa berjalan maksimal. “Masih tidak bisa untuk seluruh babinsa dan bhabinkamtibmas. Ke depannya, kami akan berikan pelatihan aplikasi SiLacak bagi babinsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, semua pihak harus sinergi dalam menangani Covid-19. Terutama tracing dengan SiLacak saat di lapangan. “Internal Polri sudah ada sosialisasi dan pelatihan tentang aplikasi SiLacak. Memang masih banyak kendala seperti sinyal, software HP, dan yang lainnya,” katanya.

Meski demikian, dia berharap aplikasi tersebut bisa aktif semuanya. Sebab, sejumlah polsek masih belum bisa mengakses SiLacak. “Di polsek jajaran sudah kami usahakan agar bisa diakses,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penanganan Covid-19 di Lumajang diketahui masih perlu penanganan serius. Pasalnya, hingga kini belum ada tren kasus terkonfirmasi menurun signifikan. Angka penambahan masih berkisar puluhan dan ratusan. Paling banyak yang terpapar merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Oleh sebab itu, tracing melalui aplikasi SiLacak lebih diperhatikan. Terutama terhadap mereka yang pernah kontak dengan pasien OTG.

Melihat kondisi tersebut, Forkopimda Lumajang menggelar koordinasi terbatas di Ruang Data Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0821 Lumajang, kemarin. Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi A Wibowo mengungkapkan, aplikasi SiLacak sudah bisa dioperasikan.

Namun, aplikasi tersebut belum bisa berjalan maksimal. “Masih tidak bisa untuk seluruh babinsa dan bhabinkamtibmas. Ke depannya, kami akan berikan pelatihan aplikasi SiLacak bagi babinsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, semua pihak harus sinergi dalam menangani Covid-19. Terutama tracing dengan SiLacak saat di lapangan. “Internal Polri sudah ada sosialisasi dan pelatihan tentang aplikasi SiLacak. Memang masih banyak kendala seperti sinyal, software HP, dan yang lainnya,” katanya.

Meski demikian, dia berharap aplikasi tersebut bisa aktif semuanya. Sebab, sejumlah polsek masih belum bisa mengakses SiLacak. “Di polsek jajaran sudah kami usahakan agar bisa diakses,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/